Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Butuh Duit Rp6.734 Triliun

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 19 Oktober 2021 |16:38 WIB
Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Butuh Duit Rp6.734 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah membutuhkan anggaran pada perubahan iklim sebesar USD479 miliar atau Rp6.734 triliun. Perubahan iklim menjadi tantangan yang akan dihadapi dunia termasuk Indonesia.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, biaya itu untuk mengurangi emisi karbon menjadi 29% secara mandiri dan 41% dengan bantuan negara lain di 2030 sesuai Paris Agreement dalam Nationally Determined Contributions (NDCs).

"Kami menghitung besaran biaya untuk menurunkan emisi karbon (CO2) sesuai (NDC) Paris Agreement, misalnya untuk menurunkan 29%, membutuhkan pembiayaan hingga USD365 miliar untuk merealisasi janji itu. Sedangkan untuk pengurangan emisi karbon hingga 41%, butuh USD479 miliar atau Rp 6.734 triliun," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: Hadapi Endemi, Sri Mulyani Minta Pelayanan Publik di Kemenkeu Lebih Modern

Saat ini, beberapa Menteri Keuangan dunia masih mencari cara yang tepat bagaimana menghubungkan sektor-sektor privat domestik dengan sektor privat secara global.

Baca Juga: Hadapi Endemi, Sri Mulyani Minta Pelayanan Publik di Kemenkeu Lebih Modern

"Private sectors menjadi sangat kritikal. Maka forum koalisi Menteri Keuangan negara G20 menjadi sangat penting untuk mendiskusikan bagaimana kami mendanai dan mengkatalisasi private sector secara global," imbuhnya.

Dia juga menambahkan perubahan iklim adalah masalah utama yang akan terjadi di masa depan, sebab berbagai dunia sudah merasakan gejalanya.

"Dari sisi korban jiwa, dampak ekonomi dan keuangan, ini sebuah fenomena adalah kejadian yang luar biasa, maka bangsa-bangsa di dunia harus berpikir dan berikhtiar mencegah hal ini ke depan," tandasnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement