6 Fakta BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta Masuk ke Rekening 1,7 Juta Pekerja

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 320 2489656 6-fakta-blt-subsidi-gaji-rp1-juta-masuk-ke-rekening-1-7-juta-pekerja-otlw3bk05t.jpg BLT Subsidi Gaji Cair (Foto: Okezone)

JAKARTA – BLT subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp1 juta masih terus disalurkan. Penerima BLT subsidi gaji akan ditambah untuk 1,7 juta pekerja/buruh.

Hal ini karena adanya sisa anggaran BSU sebesar Rp1.791.477,000 sehingga Kemnaker berupaya memperluas cakupan penerima program BLT subsidi gaji/ BSU Rp1 juta secara nasional di 34 Provinsi yang tersebar di 514 kota/kabupaten di Indonesia.

Berikut enam fakta BLT subsidi gaji Rp1 juta, seperti yang telah dirangkum oleh Okezone, di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

 

1. Realisasi Anggaran BLT Rp6,9 Triliun

Hingga kini realisasi dan progres program BSU telah memasuki tahap 5 yang tersalurkan kepada 6.991.873 pekerja/buruh dengan alokasi anggaran sebesar Rp6,9 triliun.

 

2. Sebanyak 758.327 Data Duplikasi

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI & Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri merinci data calon penerima BSU yang diterima Kemenaker sejumlah 8.508.527 calon penerima. Kemudian setelah dilakukan pengecekan dan diverifikasi, ditemukan 758.327 data pekerja yang duplikasi bansos atau telah menerima bantuan sosial lain. Data tersebut dianggap tidak memenuhi syarat penerima Program BSU.

"Data yang kami terima dari BPJS TK adalah 7.748.630 pekerja. Namun ada 758.327 data yang duplikasi dengan penerima program pemerintah," katanya.

3. Syarat Penerima BLT Subsidi Gaji

 

Persyaratan penerima BLT subsidi gaji, yakni Warga Negara Indonesia (WNI), terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan, pekerja/buruh yang mempunyai gaji/upah paling banyak sebesar Rp3,5 juta.

Selanjutnya, pekerja yang bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4 serta diutamakan untuk pekerja/buruh yang bekerja pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti, dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan dan kesehatan.


4. Perluasan Cakupan Penerima BSU

Kemnaker akan memperluas cakupan penerima Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) secara nasional di 34 Provinsi tersebar di 514 kota/kabupaten.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI & Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri menuturkan kebijakan perluasan penerima BSU ini diputuskan lantaran adanya sisa anggaran dan setelah melakukan koordinasi dengan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Kementerian Keuangan untuk memperluas cakupan penerima Program BSU.

"Sisa Anggaran BSU tersebut sebesar Rp1.791.477,000 dan akan menyasar 1.791.477 pekerja. Anggaran yang ditetapkan dan diberikan Komite PEN untuk Program BSU sebesar Rp8,7 triliun untuk 8.783.350 pekerja terdampak Pandemi COVID-19," kata Indah belum lama ini.

5. Ketentuan Permenaker Nomor 16 Tahun 2021

Diketahui sesuai arahan Menaker, Ida Fauziyah bahwa Program BSU tahun 2021 akan dirampungkan dan tersalurkan seluruhnya kepada penerima yang memenuhi syarat sesuai Permenaker Nomor 16 Tahun 2021 hingga akhir Oktober 2021 mendatang.

6. Tidak Ada Biaya Potongan

Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga menjamin tidak ada pemotongan dana BSU yang ditransfer ke pekerja/buruh.

"Terkait pembukaan rekening kolektif, ada yang menyebutkan dipotong untuk buka rekening. Kami sudah berkomitmen dengan Himbara, tidak ada pemotongan," ujar Staf Ahli Menaker Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan Aris Wahyudi.

Menurut Aris, bagi pekerja/buruh penerima BSU yang belum mempunyai rekening Bank Himbara akan dibukakan rekening secara kolektif (burekol), sehingga dana BSU sebesar Rp1 juta yang diterima tidak boleh berkurang sedikitpun.

"Jika penerima belum punya rekening Bank Himbara, akan dibuatkan rekening di Bank Himbara tanpa potongan sedikitpun," kata Aris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini