Disiplin Tangani Covid-19, Presiden Jokowi Harap Ekonomi ASEAN Tumbuh di Atas 5%

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 320 2491938 disiplin-tangani-covid-19-presiden-jokowi-harap-ekonomi-asean-tumbuh-di-atas-5-twyAwgSss2.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan keberhasilan penanganan kesehatan di tengah pandemi membuka pintu kesuksesan perekonomian. Berdasarkan data ADB Outlook 2021, pertumbuhan ekonomi ASEAN di 2022 diperkirakan sebesar 5%.

"Kita harus membuktikan bahwa kita bisa mencapai lebih dari itu, dengan cara disiplin bekerja sama dan melakukan langkah bersama," katanya saat menyampaikan pidatonya dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-38 yang digelar secara virtual, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga:  Tak Undang Wakil Junta Militer Myanmar di KTT, Menlu RI Nilai Keputusan ASEAN Tepat

Di hadapan pimpinan negara di ASEAN, Jokowi mengatakan, ada banyak agenda bersama yang perlu dilakukan bersama. Salah satunya pentingnya reaktivasi perjalanan, termasuk pariwisata, yang aman dari Covid-19, dan dipercaya oleh masyarakat global.

"Penerapan koridor perjalanan berdasar ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework (ATCAF) perlu segera diimplementasikan dengan tertib," ungkapnya.

Baca Juga: KTT ASEAN: Pemulihan Pandemi Hingga Penyimpangan Prinsip Non-Interfensi Pada Konflik Myanmar

Selain itu, adaptasi menuju ekonomi digital harus dipercepat di semua negara untuk menyiasati keterbatasan pergerakan manusia. Sebagai kawasan dengan pertumbuhan internet tercepat di dunia, potensi ekonomi digital ASEAN sangat besar.

"Selama pandemi, ekonomi digital tumbuh mencapai USD100 miliar di tahun 2020. Hal ini menjadi batu lompatan kemajuan ekonomi di kawasan kita dan menjadi kontribusi ASEAN untuk pemulihan ekonomi global," tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini