Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atasi Perubahan Iklim, Presiden Jokowi: Seberapa Besar Kontribusi Negara Maju?

Fahreza Rizky , Jurnalis-Selasa, 02 November 2021 |08:23 WIB
Atasi Perubahan Iklim, Presiden Jokowi: Seberapa Besar Kontribusi Negara Maju?
Presiden Jokowi pidato di KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim (Foto: Biro Setpres )
A
A
A

JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti perubahan iklim yang kini mengancam dunia. Menurutnya, perubahan iklim adalah ancaman besar bagi kemakmuran dan pembangunan global.

Jokowi menilai, solidaritas, kemitraan, kerja sama, kolaborasi global merupakan kunci. Dia memastikan bahwa dengan potensi alam yang begitu besar, Indonesia terus berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim.

Baca Juga: KTT Perubahan Iklim COP26, Ini Komitmen Indonesia

"Laju deforestasi turun signifikan, terendah dalam 20 tahun terakhir. Kebakaran hutan turun 82% pada 2020," ujar Jokowi pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim atau COP26 di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia.

Tak hanya itu, Indonesia juga telah memulai rehabilitasi hutan mangrove seluas 600.000 hektare sampai 2024, terluas di dunia. Indonesia juga telah merehabilitasi 3 juta lahan kritis antara 2010-2019.

"Sektor yang semula menyumbang 60% emisi Indonesia, akan mencapai carbon net sink selambatnya tahun 2030," imbuhnya.

Baca Juga: Hasilkan Komitmen Minim Terhadap Perubahan Iklim, KTT G20 Berakhir Mengecewakan

Di sektor energi, Indonesia juga terus melangkah maju dengan pengembangan ekosistem mobil listrik dan pembangunan pembangkit tenaga surya terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, Indonesia juga memanfaatkan energi baru terbarukan, termasuk biofuel, serta pengembangan industri berbasis energi bersih, termasuk pembangunan kawasan industri hijau terbesar di dunia di Kalimantan Utara.

"Tetapi, hal itu tidak cukup. Kami, terutama negara yang mempunyai lahan luas yang hijau dan potensi dihijaukan serta negara yang memiliki laut luas yang potensial menyumbang karbon membutuhkan dukungan dan kontribusi dari negara-negara maju," jelas Presiden.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement