Sementara itu, agen aplikasi biro perjalanan Mister Aladin juga mencatat kenaikan okupansi hotel pada kuartal I sekitar 11% pertumbuhannya, selanjutnya pada kuartal II pertumbuhan mencapai 15%, sedangkan pada kuartal III pertumbuhan okupansi hotel mencapai 30%.
CEO Mister Aladin Nitha Sudewo mengatakan peningkatan peningkatan okupansi ini di dasari oleh dua faktor utama, pertama penerapan sertifikasi CHSE pada hotel-hotel, sehingga masyarakat menjadi terasa lebih aman dari sisi kesehatan, dan pelonggaran aktivitas masyarakat.
"User itu lebih yakin untuk stay di hotel yang sudah tersertifikasi CHSE, karena ada jaminan ketika mereka menginap di hotel tersebut," pungkas Nitha.
CHSE merupakan program Kemenparekraf berupa penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).
Program ini dilakukan untuk mensertifikasi para pelaku usaha industri di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk hotel.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.