Amsyong! Tabungan Rp400 Juta Lenyap Gegara Uang Kripto Squid Game

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 320 2496319 amsyong-tabungan-rp400-juta-lenyap-gegara-uang-kripto-squid-game-VH6vWj2p02.jpg Mata Uang Kripto Squid Game (Foto: Netflix)

JAKARTA - Kisah pria kehilangan tabungan USD28.000 atau hampir Rp400 juta gara-gara investasi di uang kripto Squid Game (SQUID).

Dia adalah Bernard, pria asal China yang harus menelan kerugian akibat uang kripto Squid Game.

Dia menginvestasikan tabungannya hampir Rp400 juta untuk membeli kripto Squid Game tanpa mencari tahu lebih detail soal aset kripto tersebut, termasuk peringatan terkait tanda-tanda kripto itu adalah penipuan.

Berdasarkan CoinMarketCap, pada Senin waktu setempat, token Squid Game (SQUID) mencapai level tertinggi lebih dari USD2.860 dolar AS sebelum jatuh ke USD0.

"Ketergesaan saya untuk membeli token ini adalah karena satu ide yang masuk ke otak saya bahwa 'Squid Game' sangat, sangat populer sekarang, dan tokennya pasti juga populer. Ini sebuah tragedi. Saya tidak tahu bagaimana mengembalikan kehilangan uang saya," kata Bernard yang tinggal di Shanghai seperti dilansir dari CNBC, Rabu (3/11/2021).

Baca Juga: Rugi Bandar! Uang Kripto Squid Game Berujung Penipuan, Pemilik Bawa Kabur Rp29,8 Miliar

 

Dia mengaku sebagai tulang punggung keluarga. Karena itu, sekarang dia bingung bagaimana membiayai kebutuhan keluarganya.

Adapun catatan transaksi dari BscScan menunjukkan, pembuat anonim token Squid Game telah mengumpulkan setidaknya USD3,4 juta dana investor. Ekosistem kripto penuh dengan apa yang disebut skema 'rug pull', di mana pendiri token tiba-tiba meninggalkan proyek dan membawa dana investor dengan menukar koin proyek dengan uang tunai.

Sementara buku putih yang merupakan dokumen berisi catatn proyek mengenai konsep aset kripto, sekaligus laman dari SQUID telah menghilang saat ini, meski salinannya masih beredar secara online. Twitter untuk sementara juga membatasi akun SQUID karena aktivitas yang mencurigakan.

Bernard mengatakan, dia telah menghubungi FBI serta Komisi Sekuritas dan Bursa tentang investasinya yang hilang. Dia juga telah menghubungi tim di belakang token tersebut, serta CoinMarketCap milik Binance, yang mencantumkan koin di situs webnya. Namun keduanya tidak bertanggung jawab atas kehilangan tersebut.

Bernard yang mengaku punya banyak pengalaman dalam kripto dan komputer juga menyalahkan media atas investasinya di Squid Game. "Di ruang perdagangan ini, semua orang akan terburu-buru dan terkadang Anda merasakan FOMO," ujarnya.

Perasaan FOMO atau rasa takut ketinggalan, adalah sentimen umum di antara pedagang kripto yang berinvestasi di altcoin tahap awal, di mana mereka ingin sekali mendapat untung besar dan cepat atas investasinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini