Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3,51%, BPS Ungkap Semua Negara Melambat

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 05 November 2021 |10:56 WIB
Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3,51%, BPS Ungkap Semua Negara Melambat
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2021 (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 tidak hanya terjadi di Indonesia. Di beberapa negara juga mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, semua negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2021. Rinciannya, ekonomi China hanya tumbuh 4,9%, Amerika Serikat 4,9%, Singapura 6,5%, Korea Selatan 4%, Hong Kong 5,4%, dan Uni Eropa 3,9%.

"Ekonomi negara-negara tersebut melambat dibandingkan kuartal sebelumnya," kata Margo Yuwono dalam video virtual, Jumat (5/11/2021).

Baca Juga: Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2021 Capai 3,51%

Tercatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2021 mencapai 1,55% secara per kuartal (qoq) dan 3,51% secara (year-on-year/yoy).

Kata dia, kondisi mitra dagang Indonesia berpengaruh pada kinerja ekspor impor. Ekspor pada kuartal III tumbuh 12,81% dibandingkan kuartal sebelumnya atau melesat 50,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan, dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,81%

Lalu, pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha, jasa kesehatan tinggi mencapai 1,06% dan terendah adalah pertanian sebesar 1,31.

"Sektor yang terkontraksi antara lain akomodasi dan makananan minuman sebesar 0,13% dan jasa pendidikan 4,42% serta administrasi pemerintah -9,96%," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement