JAKARTA – Pembangunan ibukota baru akan mengedepankan lima transformasi. Hal ini ditekankan oleh Kementerian PUPR melalui Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Ibukota Negara (IKN).
“Lima transformasi yang akan didorong nantinya yaitu bahwa ibukota baru akan mengedepankan transformasi cara bekerja, berbangsa dan berbudaya, bermobilisasi, bermukim dan melestarikan lingkungan,” kata Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Imam S Ernawi, Senin (8/11/2021).
Baca Juga: 3 Fakta PNS Harus Siap Pindah ke Ibu Kota Baru, Ada Uang Jalan Rp5,5 Miliar
Dia menjelaskan, dalam hal transformasi bermukim, maka ibu kota baru itu betul-betul harus inklusif, semua komunitas ada di sana, berbasis TOD (transit oriented development), kemudian hunian campurannya diperbanyak ruang-ruang kolaborasi, masyarakat bisa beraktivitas di lingkungan yang sehat.
Kemudian untuk transformasi bekerja, antara lain kompleks pemerintahan yang terkonsolidasi, terinterkoneksi antarbangunan, ruang kolaborasi dengan bisnis, lingkungan kerja yang sehat dan people oriented serta high performance green office district.
Baca Juga: 5 Fakta Proyek Ibu Kota Baru, Butuh Dana Rp1.470 Triliun
Berikutnya transformasi bermobilisasi di mana 80 persen transit kendaraan publik, terwujudnya iklim kondusif bagi pejalan kaki serta mengadaptasi smart transport dan sistem autonomous.