Share

Sengketa Merek GoTo, CEO Gojek-Tokopedia Dipolisikan

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis · Selasa 09 November 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 320 2499094 sengketa-merek-goto-ceo-gojek-tokopedia-dipolisikan-om5A4YdgJM.png Sengketa Merek GoTo, CEO Gojek-Tokopedia Dipolisikan (Foto: MPI)

JAKARTA - PT Terbit Financial Technology melaporkan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan Tokopedia terkait penggunaan nama GoTo yang diduga memiliki kesamaan dengan produk milik pelapor.

Laporan tersebut disampaikan kuasa hukum PT Terbit Financial Technology Alfons Loemau di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Selasa (9/11/2021) dengan nomor LP/B/5083/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 13 Oktober 2021.

"(Terlapor) Tokopedia dan Gojek karena ada kesamaan nama produk, sehingga bunyinya sama GoTo dari Gojek dan Tokopedia. Sedangkan, PT Terbit memiliki hak paten atas merek GOTO tersebut," ujar Alfons Loemau di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/11/2021).

Baca Juga: GoTo Buka-bukaan soal Digugat Rp1,8 Triliun Gegara Merek

Alfons mengatakan, kliennya melaporkan dua perusahaan itu karena diduga melanggar Pasal 100 ayat 2 dan atau Pasal 102 UU RI No 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Gojek dan Tokopedia diduga telah menggunakan nama produk yang sama yaitu GoTo. Adapun, perbedaannya hanya terletak pada penggunakan huruf kapital, sedangkan penulisan dan pelafalannya sama.

Alfons Loemau mengaku pihaknya pertama kali memperoleh informasi dari media massa. Pemberitaan itu ihwal PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dan PT Tokopedia telah melakukan merger dengan menggunakan merek GoTo, dengan penulisan sejenis serta lambang merek usaha yang bertuliskan GoTo.

Bekal informasi tersebut, pihaknya melakukan pengecekan kepada Dirjen Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI. Hasilnya diperoleh informasi adanya proses permohonan pendaftaran merek GoTo oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa.

“Dengan penggunaan merek GoTo oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dan PT Tokopedia dilakukan tanpa adanya pengakuan hak merek terlebih dahulu dan tentu saja melanggar hak atas merek GOTO milik pelapor,” kata Alfons Loemau.

Dia menjelaskan penggunaan secara masif di masyarakat dan pendaftaran merek GoTo oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dan PT Tokopedia yang jelas memiliki persamaan. Baik pada pokoknya atau secara keseluruhan dengan merek GOTO yang sudah terdaftar terlebih dahulu di kelas yang sama, yaitu kelas 42.

Walakin, diduga terjadi pelanggaran hak atas merek dan terbukti dilakukan dengan iktikad tidak baik. “Klien kami PT Terbit Financial Technology memiliki hak atas merek GOTO di kelas 42 dengan Nomor Pendaftaran IDM000858218 10 Maret 2020 dengan perlindungan sampai tgl 10 Maret 2030,” terang Alfons.

Merek GOTO sendiri, jelas Alfons, disematkan untuk sebuah aplikasi di bidang jasa pengebangan perangkat lunak open-source. Kata dia GOTO merupakan jenis perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan, dan disebarluaskan dan yang dapat diadopsi oleh blockchains.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Serfasius Serbaya Manek mengatakan kliennya mengalami kerugian hingga Rp1,2 triliun akibat pemakaian merek GoTo. Kerugian muncul akibat investor gagal masuk ke kliennya akibat adanya kesamaan merek dagang. Menurutnya, Gojek dan Tokopedia mendapat suntikan dana besar dari sejumlah investor.

"Kerugian materiil yang ril terjadi itu lebih dari Rp200 miliar. Kalau imateriilnya lebih dari Rp1 triliun," ungkap Serfasius.

Gojek dan Tokopedia diduga melanggar Pasal 100 ayat 2 dan atau Pasal 102 UU RI No 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini