Share

Pendapatan XL Axiata Naik Tipis Jadi Rp19,8 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 278 2499643 pendapatan-xl-axiata-naik-tipis-jadi-rp19-8-triliun-PNPW4DUHuP.jpg Pendapatan XL Axiata alami peningkatan dibandingkan tahun lalu (Foto: Shutterstock)

JAKARTA โ€“ PT XL Axiata Tbk (EXCL) meraih pendapatan Rp19,8 triliun atau tumbuh tipis 0,73% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp19,65 triliun. Di mana Rp18,3 triliun di antaranya merupakan pendapatan layanan. EBITDA kuartal ketiga 2021 tercatat sebesar Rp3,4 triliun, dengan margin 50%. EBITDA sepanjang sembilan bulan tercatat Rp9,9 triliun.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, pihaknya tetap berupaya keras untuk bisa melalui periode kuartal ketiga 2021 yang cukup berat, di tengah kompetisi industri yang tidak pernah kendor.

Baca Juga: Hadirkan Para Pakar Inspiratif, Ini Alasan Kamu Wajib Ikut XL PRIORITAS DigiUp Fest 2021

โ€œUntuk itu, kami tetap melanjutkan digitalisasi secara end-to-end di hampir semua lini bisnis, antara lain dengan mengimplementasikan analisa berbasis artificial intelligence untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional. Selain itu tentu dengan tetap membangun jaringan untuk meningkatkan kualitas layanan seiring dengan trafik yang juga terus meningkat,โ€ ujarnya.

XL Axiata mencatat total pendapatan selama periode kuartal ketiga 2021 sebesar Rp6,8 triliun, dengan Rp6,3 triliun di antaranya merupakan pendapatan layanan.

Baca Juga: Jaringan 4G XL Axiata Jangkau Wilayah 3T, dari Mentawai hingga Aceh

XL Axiata tetap berhasil meraih laba di periode ini. Laba bersih di periode sembilan bulan 2021 tercatat sebesar Rp1,02 triliun atau anjlok 51% dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,07 triliun. Alhasi, laba bersih per saham dasar dan dilusian turut menyusut menjadi Rp95 dari sebelumnya mencapai Rp194.

Emiten operator telekomunikasi ini juga mencatat terjadi kenaikan beban menjadi Rp16,84 triliun per kuartal III/2021 dari Rp15,36 triliun per kuartal yang sama tahun lalu. Di sepanjang triwulan ketiga 2021 ini, biaya operasional meningkat 1% dari kuartal sebelumnya (QoQ), antara lain biaya penjualan dan pemasaran yang meningkat karena pertumbuhan distribusi yang bertambah luas.

Selanjutnya, biaya infrastruktur juga meningkat karena upaya perluasan jaringan yang juga terus dilakukan ke berbagai wilayah. Biaya regulasi meningkat karena kenaikan biaya frekuensi, demikian juga biaya overhead meningkat karena biaya konsultasi yang lebih tinggi sebagai akibat dari proyek yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, biaya karyawan bisa dijaga tetap lebih rendah, demikian juga biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya. Pendapatan dari data di periode triwulan ketiga 2021 terus tumbuh, dan mencapai Rp6 triliun, meningkat sebesar 2% dari kuartal sebelumnya (QoQ).

Pencapaian ini sekaligus meningkatkan kontribusi pada total pendapatan layanan menjadi sebesar 95%, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 94%. Pendapatan data ini tidak terlepas dari pertumbuhan trafik di sepanjang triwulan ketiga 2021, sebesar 10% QoQ, dari 1.572 PB menjadi 1.722 PB. Jika menggunakan penghitungan selama periode sembilan bulan, trafik data meningkat setinggi 34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini