Emas juga mendapat dukungan dari penurunan imbal hasil riil pada obligasi pemerintah AS dan sentimen penghindaran risiko keseluruhan yang menekan indeks-indeks utama Wall Street.
Penembusan emas di atas level resistensi utama 1.835 dolar AS per ounce adalah penting dan penutupan di atas 1.851 dolar AS dapat memicu momentum kenaikan menuju 1.900 dolar AS, kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.
"Emas memiliki dasar yang kuat untuk membangun momentum harga mengingat permintaan musiman yang kuat dari India," katanya.
Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 45,4 sen atau 1,87% menjadi USD24,772 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD15,6 atau 1,47% menjadi USD1.077 per ounce.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.