Share

Iih Seram! Bahlil Sebut Ada 'Hantu' Ganggu Investasi di Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 11 November 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 320 2500161 iih-seram-bahlil-sebut-ada-hantu-ganggu-investasi-di-indonesia-GHCI96mQjL.jpg Bahlil soal Investasi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkomitmen mengawal investasi yang masuk di Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan menjemput bola agar investasi masuk Indonesia.

"Kami di Kementerian Investasi polanya jemput bola bukan nunggu bola, sebab rakyat dan negara akan dapat multiplier effect jika mereka sudah operasi. Kalau masih komitmen dan abis izin itu belum selesai," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam video virtual, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga: Kantongi Investasi Rp633,32 Triliun, Bahlil: Bukan Angka Kaleng Kerupuk

Bahlil memiliki beberapa strategi agar investasi di Indonesia terus meroket. Adapun, Bahlil mewanti-wanti agar tidak ada hantu yang menganggu jalannya realisasi investasi.

"Apa strateginya? Izin kami kawal sampai final closing, sampai bangun infrastruktur kita kawal terus jangan diganggu-ganggu, jangan ada hantu-hantu yang main di belakang ganggu ini barang, gimana dia mau jalan," katanya.

Sementara itu, Bahlil menyebut negara kaya minyak di Timur Tengah bakal masuk pada 5 besar negara investor terkuat bagi Indonesia. Keyakinan itu muncul karena kedekatan hubungan Jokowi dengan raja-raja di sana, termasuk Mohammed bin Zayed (MBZ).

"Tidak gampang memang meyakinkan orang Arab ini, harus ada strategi, harus ada chemistry hubungan baik raja di UEA dengan bapak Presiden Jokowi. Dalam pandangan kami ini luar biasa sekali komunikasinya, sangat dalam," katanya.

Menurut dia, negara-negara investor besar dunia patut waspada dengan kehadiran UEA sebagai pendatang baru. Khususnya dalam menanamkan investasinya ke Indonesia.

"Baik Amerika, Eropa, China sekalipun enggak boleh menutup diri, dan posisi UEA sangat strategis. UEA punya ekonomi bagus dan punya jaringan bagus dengan Indonesia. Secara kultur, konteks agama, ada hubungan emosional," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini