JAKARTA - Literasi keuangan ditingkatkan untuk pegawai. Kemampuan mengelola keuangan pribadi kini menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki setiap pegawai, seiring meningkatnya tantangan ekonomi seperti perubahan suku bunga, dinamika geopolitik, fluktuasi nilai tukar, hingga volatilitas pasar keuangan.
“PLN EPI memandang literasi keuangan sebagai bagian penting dari pengembangan kualitas sumber daya manusia. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali pegawai dengan pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan, menjaga kesehatan finansial, serta memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya,” ujar Direktur Manajemen Human Capital & Administrasi PLN EPI Dedeng Hidayat
Menurutnya, kesehatan finansial yang baik akan membantu pegawai bekerja lebih fokus, produktif, dan mampu mengambil keputusan secara lebih bijak dalam menghadapi berbagai perubahan ekonomi. Karena itu, penguatan literasi keuangan menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun insan yang adaptif dan berdaya saing.
Dalam kegiatan tersebut, PLN EPI menghadirkan Literacy & Education Mandiri Sekuritas Norman Yudha Aditya Andreswara. Ia menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi global, mulai dari ketegangan geopolitik, pergerakan harga komoditas, penguatan aset safe haven, hingga perubahan arus modal global, memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi domestik dan keputusan investasi masyarakat.
“Dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, investor perlu membangun strategi yang disiplin, terdiversifikasi, dan sesuai dengan profil risiko. Pemahaman terhadap instrumen investasi menjadi penting agar keputusan yang diambil tidak hanya berorientasi pada imbal hasil, tetapi juga keberlanjutan keuangan jangka panjang,” jelas Norman.