Share

Stafsus Sri Mulyani: Dari Lahir hingga Meninggal Berurusan dengan Pajak

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 11 November 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 320 2500181 stafsus-sri-mulyani-dari-lahir-hingga-meninggal-berurusan-dengan-pajak-bEh7V7ZJd1.png Pajak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Manusia dari lahir hingga meninggal berurusan dengan pajak. Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo.

Yustinus mengatakan, sejak lahir, setiap manusia pasti mengurus akte kelahiran yang berarti sudah berurusan dengan yang namanya pungutan. Membeli barang-barang juga sudah membayar PPN, hingga bekerja dan terima gaji membayar PPh, bahkan hingga meninggal dunia ada retribusi pemakaman.

"Kalau enggak bayar, tahun depan tuh sudah hilang makamnya. Nah ini contoh semua urusan kita tidak lepas dari pajak," kata Yustinus dalam Tax Gathering 2021 yang digelar KPP Pratama Jakarta Sawah Besar Dua di Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Dia menjelaskan, regulasi dan ketentuan perpajakan sudah dibuat yang lebih pasti, tidak ambigu, dan tidak berubah-ubah, sehingga lebih konsisten dan jelas.

"Administrasinya harus sederhana dan transparan, itu yang mau dibangun. Kalau anda menerima SP2DK, ya itu tidak apa-apa, itu bagian dari administrasi. Saya sendiri kemarin menerima SP2DK dari kantor pajak tempat saya terdaftar," ucap Yustinus.

Yustinus menceritakan bahwa di jam makan siangnya kemarin menerima telepon dari KPP Pajak terkait surat SP2DK. Akhirnya, SP2DK milik Yustinus dikirimkan melalui aplikasi Whatsapp, dan dia menegaskan bahwa di depan hukum, semua wajib pajak itu sama.

"Jadi ini semua sudah by system, tidak ada membeda-bedakan lagi siapa dengan siapa. Karena rumusnya ada dua hal pasti, semua orang pasti mati, dan semua orang wajib bayar pajak, sudah seperti itu rumusnya," katanya.

Lanjut dirinya mengatakan, harus ada kejelasan, transparansi, dan keadilan dalam pelayanan pajak. Jangan sampai pelayanan tersebut melalui satu pintu tapi banyak jendela.

"Satu pintu banyak jendela ini banyak terjadi kasusnya, sekarang benar-benar satu pintu yang namanya OSS yang sekarang terus kita kembangkan," terang Yustinus.

Dia mengingatkan bahwa kantor pajak akuntabel, sehingga wajib pajak bisa percaya. "Di pemerintah, kita ingat di era tahun 1990-an, di tahun 2000-an, di gedung-gedung ditempelkan stiker semua pelayanan cuma-cuma. Kalau sekarang, semua pelayanan gratis, kalau cuma-cuma itu bisa jadi cuma Rp50 ribu, cuma Rp100 ribu, sekarang lebih tegas, pelayanan tidak dipungut biaya," ujar Yustinus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini