Share

IHSG Akhir Pekan Turun ke 6.651, 304 Saham Melemah

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 278 2500840 ihsg-akhir-pekan-turun-ke-6-651-304-saham-melemah-hFbpT8Cojj.jpg IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 40,2 poin atau 0,60% ke level 6.651,05. IHSG melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya pada perdagangan akhir pekan ini.

Adapun terdapat 212 emiten menguat, 304 yang melemah, dan 155 lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp11,6 triliun dari 45,5 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mencermati tren inflasi ekonomi Amerika Serikat dan China masih menjadi sentimen pemicu penurunan pergerakan indeks di Asia, termasuk IHSG.

Baca Juga: IHSG Sesi I Menurun 0,35% ke Level 6.667

Hans Kwee mengkhawatirkan negeri tirai bambu itu bakal memasuki masa stagflasi di mana tingkat inflasi yang tinggi, namun pertumbuhan ekonomi justru melambat.

"Memang yang perlu kita perhatikan saat ini adalah tren inflasi di Amerika Serikat dan China. Tapi sebenernya di China yang perlu kita perhatikan justru producen price index (PPI) nya, yang naik cukup tinggi 13,5 persen yoy," kata Hans Kwee kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (12/11/2021).

Hans memandang bahwa stagflasi adalah penyakit yang perlu diwaspadai mengingat perlambatan ekonomi pada kuartal ketiga 2021 yang menyasar sejumlah negara-negara besar di dunia.

Baca Juga: Dibuka Menguat, IHSG Sempat Menyentuh Level 6.700

"Pelaku pasar khawatir China bakal memasuki masa stagflasi di mana inflasinya tinggi, namun pertumbuhan ekonomi justru melambat. Ini salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Banyak investor yang berpikir bahwa pemulihan ekonomi bakal melesat, namun kenyataannya justru melambat pada kuartal ketiga." lanjutnya.

Menyusul IHSG, beberapa indeks terpantau bergerak merosot seperti indeks LQ45 turun (-0,66%) di 951,43, JII melemah (-0,11%) di 566,51, IDX30 melemah (-0,63%) di 507,84, dan MNC36 anjlok (-0,93%) di 321,50.

Indeks sektoral yang turun yaitu: konsumsi siklikal (-1,10%), energi (-0,64%), keuangan (-1,17%), infrastruktur (-0,30%), non-siklikal (-0,19%), properti (-0,38%), dan teknologi (-0,51%).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sedangkan yang naik adalah bahan baku (1,05%), kesehatan (0,90%), industri (0,18%), dan transportasi (1,14%).

Sementara itu, saham-saham top gainers adalah: PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) naik (34,77%) di Rp93, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) melesat (28,00%) di Rp64, dan PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) menanjak (24,90%) di Rp3010.

Adapun saham saham yang masuk top losers antara lain, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melemah (-6,15%) di Rp840, PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) merosot (-5,29%) di Rp179 dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) anjlok (-4,76%) di Rp15.500

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini