JAKARTA - Ketua Umum Barikade 98 Benny Rhamdani menyatakan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir memiliki visi perjuangan atas cita-cita demokratisasi dan reformasi 98.
Benny menilai, tidak ada satu menteri di era rezim manapun yang berani membongkar kebusukan yang ada dalam kementeriannya sendiri, kecuali Erick Thohir.
"Penataan kelembagaan dilakukan, reformasi secara internal terus dikobarkan, perusahaan-perusahaan yang dianggap bangkrut tidak memberikan kontribusi dan keuntungan pada negara yang selama ini disuapi oleh pihak-pihak tertentu agar ia tetap hidup, justru dibubarkan dan digabungkan," kata Benny, Minggu (14/11/2021).
Ia mengaku Barikade 98 sudah melihat apa yang telah dilakukan oleh Erick Thohir, yakni semangat yang dimiliki atas perubahan di internal BUMN, dan kontribusi pada negara ini yang merupakan perubahan bagi mewujudkan cita-cita reformasi 98.
Baca Juga: Cara Erick Thohir Pangkas Utang Garuda Rp139 Triliun, Cek 6 Faktanya
"Seribu persen saya ingin memberikan garansi dan jaminan jika Barikade 98 bersama Jokowi, jika Barikade 98 bersama Erick Thohir ini adalah pilihan jalan menuju tuntasnya agenda-agenda perjuangan reformasi 98," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Erick Thohir mengaku bahwa apa yang dilakukannya selama menjadi Menteri BUMN, hanya menjalankan tugas semata.
Baca Juga: Ibunda Wishnutama Meninggal Dunia, Erick Thohir Berduka
"Saya secara pribadi sebagai pembantu presiden siap diangkat siap dicopot, tetapi sudah seyogyanya sebagai pembantu beliau justru menjaga beliau, menjaga apa apa yang sudah menjadi visi beliau, karena beliau sudah menekankan menteri tidak punya visi, menteri hanya melaksanakan tugas," ucap Erick.
Erick mengaku telah sampaikan ke presiden Jokowi bahwa Indonesia harus mulai memastikan market bangsa Indonesia yang besar ini. "Sumber daya alam kita yang besar ini dipakai untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, bukan ekonomi bangsa lain," ungkapnya.
Ia berharap kepada Barikade 98 menjadi bagian penting dalam pergerakan perjuangan menjaga ini semua, yaitu menjaga kemerdekaan dan kedaulatan.
"Merdeka untuk berdaulat mempunyai kesempatan bekerja untuk bangsa Indonesia. Merdeka untuk berdaulat untuk kesempatan berusaha untuk bangsa Indonesia," paparnya.
"Dan merdeka untuk berdaulat sumber daya alam market kita untuk kesejahteraan bangsa kita. Merdeka untuk berdaulat untuk memastikan ketahanan kesehatan untuk bangsa kita yang saat ini sangat rentan," pungkasnya.
(Taufik Fajar)