Share

Smartfren (FREN) Rugi Rp441,7 Miliar di Kuartal III-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 15 November 2021 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 278 2501985 smartfren-fren-rugi-rp441-7-miliar-di-kuartal-iii-2021-5vUVbTImZr.jpg Rugi smartfren alami penurunan hingga 70% (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mencatat rugi bersih sebesar Rp441,72 miliar. Rugi FREN menyusut 74,81% dibandingkan periode sama tahun 2020 yang mencapai Rp1,751 triliun.

Dampaknya, rugi per saham dasar juga tinggal Rp1,21. Sedangkan di akhir September 2020 mencapai Rp5,66.

Baca Juga: Smartfren Telecom Terbitkan Obligasi Wajib Konversi Rp3,9 Triliun

Sementara pendapatan usaha tumbuh 11,62% menjadi Rp7,641 triliun. Hasil itu ditopang pendapatan data sebesar Rp7,009 triliun, selain data senilai Rp207,21 miliar, dan jasa interkoneksi Rp141,06 miliar.

Menariknya, FREN dapat menekan beban usaha sedalam 3,3% menjadi Rp7,636 triliun. Rincinya, beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi Rp2,963 triliun. Ditambah penyusutan dan amortisasi Rp2,807 triliun.

Baca Juga: Smartfren Perkirakan Lonjakan Trafik Data hingga 20% Selama PPKM Darurat

Sehingga dapat membukukan laba usaha sebesar Rp5,12 miliar, atau membaik dibandingkan akhir September 2020 yang mencatatkan rugi usaha Rp1,053 triliun. Sementara itu, aset tercatat tumbuh 7,88% menjadi Rp41,73 triliun.

Hal itu dipicu membengkaknya liabilitas sewa sebesar 43,23% menjadi Rp9,372 triliun. Kemudian kas bersih diperoleh aktivitas operasi mencapai Rp2,566 triliun atau naik 107,8% dibandingkan kuartal III 2020 yang tercatat sebesar Rp1,23 triliun.

Belum lama ini, Smarftren menggandeng kerjasama dengan perusahaan Group 42 (G42) asal Abu Dhabi. Dalam kerjasama tersebut, Smartfren menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan yang bergerak di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Cloud Computing serta mitra lokal asal Indonesia, PT Amara Padma Sehati (APS) yang akan berperan sebagai salah satu rekanan lokal yang memiliki kekuatan dalam ekosistem bisnis dan teknologi untuk menyelenggarakan pusat data berkapasitas 1000 MegaWatt (MW) di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini