Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Batu Bara Naik, Laba Indo Tambang Raya Megah Melesat 603% Menjadi USD271 Juta

Sevilla Nouval Evanda , Jurnalis-Selasa, 16 November 2021 |09:34 WIB
Harga Batu Bara Naik, Laba Indo Tambang Raya Megah Melesat 603% Menjadi USD271 Juta
Laba Indo Tambangraya Megah meroket ditopang kenaikan harga batu bara (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Harga batu bara naik sejak Oktober tahun lalu dan terus berlanjut sampai dengan akhir September tahun ini. Kenaikan harga batu bara ke level USD180,4 per ton berdampak pada kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Sepanjang sembilan bulan pertama 2021, perusahaan mencatat perolehan rata-rata harga batu bara sebesar USD89,0 per ton, naik 65% dari USD53,8 per ton secara tahunan dengan total volume penjualan 14,8 juta ton. Penjualan bersih tercatat sebesar USD1,32 miliar pada sembilan bulan pertama 2021, sedangkan marjin laba kotor naik 24% menjadi 40% pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: Laba Indo Tambangraya (ITMG) Meroket 594%

Kenaikan harga jual rata-rata yang kuat ditambah kontrol biaya yang disiplin dan konsisten, semakin memperkuat arus kas Perusahaan. EBITDA tercatat sebesar USD514 juta pada sembilan bulan pertama 2021, naik 309% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun laba bersih naik signifikan sebesar 603% dari USD39 juta pada sembilan bulan pertama 2020 menjadi USD271 juta pada periode yang sama tahun ini. Adapun laba bersih per saham dibukukan sebesar USD0,25 per saham.

Dari volume target penjualan 20,2–20,4 juta ton untuk tahun ini, seluruhnya telah memperoleh kontrak penjualan. Sebanyak 84% harga jualnya telah ditetapkan, sedangkan sisanya 16% mengacu pada indeks harga batu bara.

Baca Juga: Indo Tambangraya Bagi-Bagi Dividen USD94,1 Juta, Catat Tanggalnya

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021, perusahaan telah menjual 14,8 juta ton batu bara yang meliputi Tiongkok (4,1 juta ton), Indonesia (3,2 juta ton), Jepang (2,1 juta ton), Filipina (1,4 juta ton), Thailand (1,0 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur, Tenggara, dan Selatan serta Oseania. Sampai dengan akhir September 2021, total aset Perusahaan tercatat sebesar USD1,5 miliar dengan total ekuitas sebesar USD1,3 miliar.

Perusahaan memiliki posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar USD510 juta dengan posisi total pinjaman bank sebesar USD40 juta. Dengan posisi keuangan yang semakin kukuh tersebut, ITM mampu mempertahankan tingkat pembayaran dividen yang tinggi.

Perusahaan telah mengumumkan pembagian dividen interim sebesar USD94,1 juta atau setara dengan 80% dari laba bersih semester pertama 2021. Guna menjawab tantangan yang ditimbulkan oleh transformasi sektor energi di masa yang akan datang, Perusahaan mempunyai rencana bisnis yang mencakup 3 bidang utama, yaitu bisnis pertambangan, perdagangan dan jasa, serta bisnis terbarukan dan lainnya.

Pada bisnis pertambangan, ITM akan terus melakukan eksplorasi tambang yang dimiliki guna memastikan pertumbuhan cadangan organik. Selain itu, PT Graha Panca Karsa (GPK) direncanakan akan melakukan uji coba produksi di penghujung tahun 2021 dengan target 10.000 ton.

Di bidang perdagangan dan jasa, Perusahaan akan melakukan ekspansi pembelian batu bara yang bersumber dari pihak ketiga guna meningkatkan pendapatan dari perdagangan dan pencampuran batu bara. PT Energi Batubara Perkasa (EBP), anak perusahaan ITM telah mengapalkan batu baranya yang pertama ke Tiongkok pada tanggal 27 Agustus 2021 dari Terminal batu bara Bontang dengan total volume sekitar 79.000 ton.

Pengapalan perdana tersebut menandai kesiapan EBP untuk berperan dalam ekspansi Perusahaan di bidang perdagangan batu bara. Dalam bisnis energi terbarukan dan bisnis lainnya, Perusahaan sedang melakukan finalisasi dari perencanaan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pelabuhan yang berada di gugus Melak.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement