Sri Mulyani Siapkan Rp414 Triliun, BLT hingga Kartu Prakerja Siap Cair 2022

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 320 2506148 sri-mulyani-siapkan-rp414-triliun-blt-hingga-kartu-prakerja-siap-cair-2022-pfslPWFF6T.jpg Bansos Tunai Cair. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 sebesar Rp414 triliun. Alokasi anggaran PEN tahun depan diberikan untuk melindungi tiga sektor dari pandemi covid-19 yaitu kesehatan, masyarakat, dan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, anggaran ini bakal digunakan untuk perlindungan sosial. Di antaranya PKH kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kartu Sembako kepada 18,8 juta KPM.

Baca Juga: BLT Pelaku Usaha Pariwisata Rp1,8 Juta, Ini Cara Daftarnya

"Kartu Prakerja kepada 2,9 juta peserta, dukungan program jaminan kehilangan pekerjaan, BLT Desa, dan antisipasi pelunasan program perlinsos lainnya," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/11/2021).

Selain itu, alokasi program PEN untuk bidang kesehatan adalah sebesar Rp117,94 triliun, perlindungan masyarakat Rp154,8 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi Rp141,4 triliun.

Baca Juga: 4 Fakta BLT Subsidi Gaji Cair untuk 1,6 Juta Pekerja, Cek Rekening Saldo Bertambah Rp1 Juta

Adapun, anggaran bidang kesehatan triliun akan digunakan untuk testing, tracing, treatment, perawatan pasien covid-19 dengan cost sharing bersama BPJS, insentif tenaga kesehatan pusat dan daerah, pengadaan vaksinasi, insentif perpajakan vaksin, penanganan kesehatan lainnya di daerah, dan antisipasi kesehatan lainnya.

"Sama seperti 2021 kita berharap pengelola anggaran di K/L dan pemerintah daerah harus tetap memiliki fleksibilitas. Artinya kita tetap berjaga-jaga covid-19 tidak akan meningkat lagi sehingga kegiatan masyarakat, sosial, ekonomi dan keuangan bisa berjalan,"katanya.

Sementara itu, dari sisi belanja, realisasinya Rp 2.058,9 triliun atau tumbuh 0,8% dan setara 74,9% dari yang direncanakan senilai Rp 2.750,0 triliun. Belanja pemerintah pusat senilai Rp 1.416,2 triliun atau mencatatkan pertumbuhan 5,4%, sedangkan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) 642,6 triliun atau minus 7,9%.

Dengan kinerja tersebut, defisit APBN hingga Oktober 2021 telah mencapai Rp 548,9 triliun atau 3,29% terhadap produk domestik bruto (PDB). Defisit itu juga setara 54,5% dari yang direncanakan senilai Rp1.006,4 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini