Bahlil: Target Investasi Rp1.200 Triliun di 2022, Ngeri-Ngeri Sedap

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 320 2506562 bahli-target-investasi-rp1-200-triliun-di-2022-ngeri-ngeri-sedap-gGb1Hmd4pi.jpg Target investasi tahin depan dipatok Rp1.200 triliun (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebutkan target realisasi investasi dipatok Rp1.200 triliun pada 2022. Target investasi ini, bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional agar mencapai 5%

"Tahun ini Rp900 triliun. Tahun depan Rp1.200 triliun ini angka yang ngeri-ngeri sedap," kata Bahlil dalam video virtual, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Sebut Investasi di Bidang Gizi Paling Menguntungkan

Kata dia, dalam menggenjot target investasi ini dengan melakukan transfromasi ekonomi. Serta memetakan wilayah yang berpotensi mendongkran investasi.

"Transformasi ekonomi ini kita lakukan atas arahan pak Menteri Koordinator kita harus melakukan pemetaan ekonomi lewat green energy ini konsekuensi dalam meningkatkan investasi," katanya.

Baca Juga: Harga Komoditas Naik, Investor Lirik Investasi Pertambangan dan Industri Pengolahan di Indonesia

Oleh karena itu, agar investasi berjalan lancar. Kementerian Investasi menjalankan 5 langkah untuk memfasilitasi investor. Pertama, promosi meyakinkan investor bahwa Indonesia ramah terhadap investasi.

Strategi kedua, membantu layanan perizinan yang tertuang dalam PP nomor 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui Single Submission (OSS) secara online.

"Kalau kita urus izin di Kementerian lembaga di Republik Indonesia dulunya kita tidak tahu berapa lama, luar biasa persoalannya dengan lahirnya undang-undang cipta kerja yang ada. itu insya Allah akan memudahkan kita semua," ujarnya.

Ketiga, membantu financial closing. Keempat, memberikan layanan end to end kepada investor sampai realisasi investasi. Kelima, membantu investor sampai tahap produksi.

"Kita akan bantu juga negara akan hadir untuk membantu proses financial closing kalau itu dibutuhkan, lalu kita bantu lagi sampai dengan eksekusi konstruksi di lapangan kalau ada yang ganggu tanahnya nggak jelas, ada persoalan apa gitu sampai kita bantu dia sampai dia berproduksi secara end to end," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini