Kasus Garuda Mirip Jiwasraya, Erick Thohir: Ada yang Dipenjara

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 320 2506765 kasus-garuda-mirip-jiwasraya-erick-thohir-ada-yang-dipenjara-leTBOpTwaB.jpg Menteri BUMN Erick Thohir sebut kasus Garuda Indonesia dan Jiwasraya sama (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menilai kasus PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sama. Kedua kasus perusahaan BUMN tersebut meliputi tindak pidana korupsi yang menyebabkan perusahaan menanggung beban keuangan.

Pada kasus Garuda Indonesia, kata Erick, ada tindak pidana korupsi yang dilakukan manajemen emiten dengan kode saham GIAA itu sebelumnya. Meski begitu, pelaku atau oknumnya sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga: Erick Thohir: Banyak Pimpinan BUMN yang Saya Bersihkan

"Apa bedanya Garuda dan Jiwasraya? Kan mirip-mirip, ada oknum di penjara (korupsi), Jiwasraya ini direstrukturisasi, hari ini, ke depan para pensiunan sudah mendapatkan lagi pembayaran yang sudah mulai lancar lagi. Daripada kemarin gak dibayar sama sekali," ujar Erick, Rabu (24/11/2021).

Selain memiliki kesamaan permasalahan, pemegang saham pun menempuh jalan serupa untuk menyelamatkan bisnis Garuda Indonesia. Dimana, proses yang ditempuh melalui negosiasi dan restrukturisasi dengan kreditur hingga lessor.

Baca Juga: Disindir Erick Thohir, Sindir Toilet SPBU Pertamina Sekarang Gratis

Erick menyebut, restrukturisasi Garuda merupakan proses penyelamatan yang paling menyedihkan. Pasalnya, pemegang saham harus berhadapan dengan banyak kreditur, lessor, dan vendor dengan dinamika yang berbeda-beda. Meski begitu, Garuda harus melewati proses tersebut jika ingin tetap terbang.

"Konteksnya ada tiga, pertama Garuda harus melewati restrukturisasi yang sangat menyedihkan, itu harus. Kalau tidak sampai kapan pun Garuda tak akan take off. Restrukturisasi ini seperti tadi, di Jiwasraya, harus restrukturisasi, kalau tidak berat gitu lho," kata dia.

Erick menegaskan, pemerintah secara masif terus menegosiasi harga sewa dan bunga pesawat dengan lessor. Jalan yang ditempuh pun melalui pengadilan dan di luar pengadilan.

"Sama, di Garuda juga kita harus masif restrukturisasi yang amat menyedihkan, itu dulu. Yang korupsi ditangkap, yang kemahalan dinegosiasi ulang, kalau ada tekanan dari luar negeri, karena leasing pesawat ini juga ada pemainnya semua, dan pesawatnya ada dua macam boeing sama Airbus. Nah, itu kita mesti negosiasi baik secara pengadilan dan di luar pengadilan, itu harus dilakukan," tegas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini