Penerimaan Pajak Tembus Rp953,6 Triliun, Kabar Gembira Sri Mulyani untuk Presiden Jokowi

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 320 2507784 penerimaan-pajak-tembus-rp953-6-triliun-kabar-gembira-sri-mulyani-untuk-presiden-jokowi-zzSzaRV4dE.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan pajak mencapai Rp953,6 triliun hingga akhir Oktober 2021.

Penerimaan pajak ini mencapai 77,56 persen dari target pada APBN 2021 dan tumbuh sebesar 15,3% (yoy). Kabar gembira ini telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Dari sisi penerimaan menunjukkan perubahan yang dinamis merefleksikan kondisi ekonomi dan dunia usaha yang sekarang mampu membayar pajak kembali karena kondisi bisnis mereka sudah mulai pulih,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa November 2021 pada Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Jokowi Terima Kabar Gembira dari Sri Mulyani

Sejalan dengan perbaikan ekonomi, pertumbuhan pendapatan negara yang kian membaik hingga akhir Oktober 2021 juga ditopang oleh peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai, serta PNBP.

Dari sisi penerimaan pajak, PPh Migas tumbuh 55,7% didorong oleh kenaikan harga komoditas minyak bumi dan gas bumi. Sedangkan PPh Non Migas tumbuh 8,9% yang komposisinya berasal dari pajak-pajak yang menunjukkan aktivitas ekonomi tumbuh positif.

PPN tumbuh 20,4% didorong oleh PPN dalam negeri, dimana aktivitas ekonomi yang kembali normal dan PPN Impor yang menggambarkan kegiatan impor meningkat signifikan. Dari PBB tumbuh 1,2 persen ditopang oleh kenaikan PBB Perkebunan, dan pajak lainnya tumbuh 91,5% yang merupakan dampak penyesuaian tarif bea materai.

“Penerimaan bea dan cukai sejak tahun lalu masih resilient dan sampai tahun ini masih tetap bertahan. Sampai dengan 31 Oktober 2021, penerimaan kita mencapai Rp205,78 triliun atau 95,73 persen dari target APBN, tumbuh sangat kuat 25,47 persen,” katanya.

Seluruh komponen penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh positif. Kinerja komponen penerimaan yang berasal dari Cukai, Bea Masuk (BM), dan Bea Keluar (BK) berturut-turut tumbuh 10,3% (yoy), 16,83% (yoy), dan 868,61% (yoy).

“Jadi penerimaan bea cukai tahun ini cukup sangat baik, baik karena cukai yang masih dipertahankan cukup baik, dan sekarang dikontribusikan oleh bea masuk dan bea keluar yang mengalami momentum yang sangat tinggi akibat pemulihan ekonomi terutama ekspor impor,” ujarnya.

Realisasi PNBP sampai dengan akhir Oktober 2021 mencapai Rp349,2 triliun atau 117,1% dari target dalam APBN 2021. Capaian realisasi PNBP tumbuh 25,2% tersebut utamanya didorong oleh kenaikan penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp111,18 triliun, PNBP Lainnya dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini