Share

Mengatur Keuangan untuk Anak, Bagaimana Caranya?

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 622 2508271 mengatur-keuangan-untuk-anak-bagaimana-caranya-fRRI2M6SLk.jpg Cara mengelola keuangan untuk anak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Keuangan yang stabil harus dipersialkan sebelum memiliki anak. Sebab, persiapan memiliki anak tidak hanya sekadar memilih nama atau menyiapkan kamar anak.

Persiapan keuangan juga diperlukan, sebab saat memiliki anak banyak pengeluaran lain. Contohnya, perkiraan biaya untuk membesarkan anak sejak lahir hingga usia 17 tahun rata-rata USD233.610 sekitar Rp3,3 miliar (kurs Rp14.208 per USD) atau USD12.189 (Rp173 juta) per tahun, untuk keluarga berpenghasilan menengah (dengan dua anak) di AS.

Lalu apa saja yang harus disiapkan sebelum memiliki anak? Dilansir CNN, Sabtu (27/11/2021), berikut adalah empat cara mengatur keuangan yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kehadian buah hati.

Baca Juga: 5 Tips Kelola Keuangan Generasi Sandwich, Usahakan Tetap Menabung

1. Buat Anggaran

Memiliki anggaran untuk anak mulai dari pemeriksaan kandungan adalah salah satu hal penting. Saat membuat anggaran, bersikaplah realistis tentang pengeluaran.

Catatlah biaya mulai dari pemeriksaan kehamilan hingga melahirkan. Tak hanya itu, biaya perawatan anak setelah dilahirkan juga perlu dipikirkan.

Apalagi bagi ibu pekerja, jangan lupa untuk memasukkan anggaran untuk pengasuh anak. Peralatan anak dari mulai bayi juga harus masuk dalam anggaran.

Baca Juga: 3 Tips Membeli Gadget Datangkan Cuan

2. Buat rencana bersama pasangan

Selain keuangan, masalah pekerjaan juga harus dibicarakan dengan pasangan. Karena ini akan berpengaruh terhadap pendapatan keluarga. Misalnya, setelah hamil apakah ibu berhenti bekerja atau tetap di rumah.

Hal ini penting karena pendapatan ayah dan ibu bekerja akan berbeda jika hanya ayah yang bekerja. Putuskan apakah salah satu atau kedua orang tua akan tinggal di rumah atau bekerja. Dari sana, Anda bisa lebih memahami pendapatan yang tersedia dan arus kas rumah tangga selama beberapa bulan pertama kehidupan anak.

3. Dana Darurat

Jika memiliki tabungan yang cukup tentu akan lebih mudah dalam mengatur keuangan saat memiliki anak. Jangan lupa menyiapkan tabungan dana darurat.

Menurut para ahli keuangan, dana darurat harus bisa mencukupi biaya hidup keluarga antara tiga sampai enam bulan. Jangan lupa untuk menambahkan biaya kebutuhan anak ke dalam dana darurat.

Sebab dana darurat setelah memiliki anak lebih besar. Karena pengeluaran saat memiliki akan bergeser, Anda harus memperhitungkannya dengan meningkatkan jumlah tabungan darurat.

Untuk mendapatkan jumlah target yang sesuai, perhitungkan pengeluaran bulanan seperti penitipan anak, makanan bayi, hingga cicilan yang dimiliki.

4. Pola Pikir Hemat

Pola pikir hemat harus diterapkan. Misalnya, saat membeli perlengkapan bayi pilihlah yang benar-benar dibutuhkan. Perhitungkan juga apakah lebih hemat membeli makanan bayi yang instan atau membuat sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini