Share

Heboh Robot AI Siap Gantikan PNS, Simak 4 Faktanya!

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Senin 29 November 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2509071 heboh-robot-ai-siap-gantikan-pns-simak-4-faktanya-AZbJmDf9qF.jpg PNS Bakal Digantikan Robot (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah secara nyata berencana menggantikan posisi PNS dengan robot atau program kecerdasan buatan artificial intelligence (AI).

Momen ini sontak jadi perbincangan hangat publik, terlebih para pejuang CPNS yang mengincar kesempatan pendaftaran selanjutnya.

Baca Juga: Siap-Siap! Ini PNS yang Bakal Digantikan Robot

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama mengungkap kebenarannya kepada Okezone.

Berikut 4 fakta robot AI siap menggantikan PNS di Indonesia, dirangkum Okezone pada Senin (29/11/2021):

 

1. Direncanakan sejak 2 Tahun Lalu

Rencana digantikannya PNS dengan teknologi robot, telah digaungkan Presiden Joko Widodo sejak 2019 silam. Saat itu, Jokowi mengaku telah meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) untuk menggantikan jabatan di PNS dengan teknologi robot.

"Saya sudah perintahkan juga ke Men-PAN (agar PNS) diganti dengan AI. Kalau diganti artificial intelligence, birokrasi kita lebih cepat, saya yakin itu," kata Jokowi dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia di Jakarta Selatan pada 28 November 2019 lalu, seperti dikutip dari Detik.


2. Dua Jabatan Sudah Hilang

Kini, terdapat dua jabatan yang sudah tak berlaku di PNS. Menurut Satya, dua jabatan tersebut adalah eselon III dan IV.

"Saat ini, dengan pelaksanaan reformasi birokrasi, jabatan eselon 4 dan 3 sudah dihapuskan, diganti dengan pejabat fungsional," kata Satya.

Hal ini juga sejalan dengan rencana Presiden Jokowi pada 2019 lalu. "Maaf kalau di sini ada eselon III dan IV, kita akan pangkas mulai tahun depan agar terjadi kecepatan dalam setiap memutuskan perubahan dunia yang begitu cepat, pelan-pelan saja," kata Jokowi, masih dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia 2019 lalu.

 

3. Jumlah PNS Sudah Menurun

Satya mengaku bahwa saat ini, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia sudah menurun. Namun, alasan utamanya adalah pensiunan yang tidak sebanding dengan anggota yang direkrut.

"Namun, halnya dengan transformasi penggunaan IT dan digitalisasi pelayanan publik, maka diharapkan pelayanan publik atau masyarakat dapat terus berjalan dengan baik," ungkap Satya.

Kepala Biro Humas BKN itu pun menyebut, formasi PNS untuk periode selanjutnya akan lebih sedikit dari tahun-tahun ini. "Ke depannya, formasi PNS akan tidak gemuk karena penggunaan IT dan digitalisasi pelayanan publik," katanya.

4. Harapan BKN

Satya berharap, adanya pengurangan formasi ini bisa membuat PNS bekerja dengan lebih efektif sesuai tugas dan fungsinya.

"Formasi ini diharapkan dapat membuat PNS bekerja lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan pelayanan, serta tugas dan fungsinya," tutup Satya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini