JAKARTA - PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) mencatat penjualan bersih sebesar Rp2,50 triliun hingga 30 September 2021. Penjualan emiten pemegang hak waralaba Pizza Hut Indonesia ini lebih rendah 6,09% dibandingkan periode sama tahun 2020 sejumlah Rp2,66 triliun.
Secara rinci, penjualan bersih kepada pihak ketiga mencakup penjualan makanan Rp2,38 triliun, dan minuman Rp119,8 miliar, dengan potongan penjualan senilai Rp3,58 miliar, sebagaimana tertulis dalam Laporan Keuangan PZZA dilansir dari keterbukaan Informasi BEI, Rabu (1/12/2021).
Baca Juga: Laba Bersih Emiten Pengelola Pizza Hut Rp4,8 Miliar, Turun 19%
Dari segi segmen operasi unit usaha di seluruh Indonesia, wilayah Jakarta dan sekitarnya berkontribusi besar terhadap penjualan neto perseroan mencapai Rp1,00 triliun, disusul Jawa-Bali Rp701,3 miliar, Sumatera Rp382,7 miliar, Sulawesi Rp192,9 miliar, Kalimantan Rp167,8 miliar, dan Indonesia Timur Rp54,05 miliar.
Angka pendapatan yang menurun membawa beban pokok penjualan ikut menyusut mencapai Rp861,5 miliar, lebih rendah dari periode sama tahun lalu senilai Rp927,8 miliar. Alhasil, laba bruto PZZA sejumlah Rp1,64 triliun, turun tipis dari Rp1,73 triliun yang dicapai perseroan pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Asyik, Emiten Pengelola Pizza Hut Tebar Dividen
Sejumlah pendapatan operasi lain yang turut berkontribusi yakni pendapatan konsesi sewa Rp19,1 miliar, jasa antar Rp4,86 miliar, jasa manajemen dan lainnya Rp1,46 miliar, sponsor dan laba klaim asuransi Rp2,29 miliar, dan lain-lain Rp4,28 miliar, dengan total berjumlah Rp32,02 miliar.