Share

Indonesia Tak Lagi Impor Beras sejak 2018, Ternyata Begini Faktanya

Athika Rahma, MNC Portal · Rabu 01 Desember 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 320 2510084 indonesia-tak-lagi-impor-beras-sejak-2018-ternyata-begini-faktanya-PUFGbiWDA1.jpg Indonesia Tak Lagi Impor Beras (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia tidak lagi mengimpor beras sejak 2018. Hal ini membuat Indonesia merdeka dari impor beras.

Kementerian Perdagangan pun menjamin ketersediaan kebutuhan beras nasional melalui serapan Bulog untuk gabah dan beras petani sepanjang tahun 2021,

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, pada tahun 2019, 2020 dan 2021, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan tidak menerbitkan izin impor beras untuk keperluan umum.

"Izin impor beras umum terakhir kali diterbitkan adalah pada tahun 2018, untuk keperluan cadangan beras pemerintah," kata Mendag dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi: Stok Padi Kita Sangat Baik, Kita Belum Impor Tahun Ini

Lebih lanjut, izin yang Kemendag terbitkan selama tahun 2019, 2020 dan 2021 relatif sangat kecil dan hanya untuk keperluan khusus yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri.

Misalnya, beras khusus untuk keperluan hotel, restoran, kafe (horeka), dan warga negara asing yang tinggal di Indonesia, seperti Basmati, Japonica, Hom Mali, beras khusus untuk keperluan penderita diabetes seperti beras kukus dan beras pecah 100% untuk keperluan bahan baku industri.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dirinya mengatakan, Pemerintah akan selalu menjaga kekuatan stok beras nasional untuk menjaga keseimbangan dan ketersediaan pasokan beras di pasar, terutama di saat pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan, dengan selalu memberikan perlindungan bagi petani dan penyerapan hasil produksi dalam negeri.

Selain itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan akan selalu berupaya untuk menjaga stabilitas harga melalui kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), terutama saat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

โ€œUntuk itu, Kementerian Perdagangan akan selalu berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan perberasan dalam menjamin ketersedian dan stabilisasi harga," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini