RI Serius Akuisisi Perusahaan Jerman Street Scooter

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 320 2510733 ri-serius-akuisisi-perusahaan-jerman-street-scooter-zawW2Eai5P.jpg Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa, rencana akuisisi Street Scooter, milik perusahaan mobil Deutsche Post DHL Group, Jerman bukan sekedar omongan.

Rencana tersebut telah melalui proses kajian mendalam oleh pemerintah, sehingga dipastikan tidak akan merugikan negara. Adapun aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan melalui Indonesian Batery Corporation (IBC).

“Kita melakukan lewat kajian, lewat rapat, bukan omongan-omongan di pinggir jalan. Kalau yang tidak mau (oknum) bergeser saja, kami mau maju terus untuk kebaikan bangsa dan negara,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Dia menjelaskan langkah akuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman sudah lebih baik daripada membuat pabrik asli dalam negeri.

Baca Juga: Bahlil Tampung Izin Investasi Hulu Migas Tahun Depan

“Bangun sendiri atau akuisisi yang sudah punya. Kalau bangun sendiri saya melihatnya itu masih butuh waktu. Maka opsinya adalah akuisisi. Akuisisi sesuatu yang tidak diharamkan selama business to business -nya masuk dan transparan,” katanya.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat beberapa investor telah menanamkan investasi di Indonesia.

Rinciannya, investor industri baterai mobil listrik dari perusahaan LG asal Korea Selatan telah masuk USD9,8 miliar atau Rp142 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per USD). Kemudian juga ada CATL asal China sebesar USD5,2 miliar atau Rp 75,4 triliun dengan asumsi yang sama.

Investasi LG dan CATL tersebut nantinya akan masuk pada rantai pasok mulai dari hulu ke hilir industri baterai mobil listrik di Indonesia. Masuknya beberapa investasi besar tersebut merupakan bukti nyata bahwa Indonesia mampu mewujudkan target sebagai salah satu pemain industri mobil listrik di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini