Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stok Minyak Goreng Aman? Ini Kata Pengusaha

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Sabtu, 04 Desember 2021 |21:07 WIB
Stok Minyak Goreng Aman? Ini Kata Pengusaha
Harga Minyak Goreng Kian Mahal. (Foto: Okezone.com/Feby)
A
A
A

JAKARTA – Harga minyak goreng naik signifikan, baik kemasan maupun minyak goreng curah. Kenaikan ini diprediksi tetap berlangsung hingga kuartal I-2022.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengungkapkan, pihaknya tidak memonitoring harga minyak goreng yang ada di pasaran. Namun, menurut data PIHPS, harga minyak goreng curah mencapai Rp17.700 per kg, minyak goreng kemasan bermerk I Rp19.299 per kg dan minyak goreng kemasan bermerk II Rp18.800 per kg.

Baca Juga: 3 Fakta Harga Minyak Goreng hingga Cabai Mahal Jelang Natal Bikin Masyarakat Resah

“Kami dari GIMNI tidak monitoring harga pasar. Jadi tidak bisa komentar,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

Sementara itu, Sahat menjelaskan, stok minyak goreng menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) berkisar 325 ribu kilo liter. Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk 1,5 bulan konsumsi.

Baca Juga: Harga Cabai Meroket hingga Rp50.000/Kg, Ibu-Ibu Sabar Ya

“Stok minyak goreng menjelang Natal ini berkisar 325 ribu kilo liter. Dan jumlah ini mencukupi 1,5 bulan konsumsi,” jelas dia.

Sebagai informasi, kenaikan harga minyak goreng ternyata disebabkan oleh beberapa faktor. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyebutkan, faktor pertama penyebab harga minyak goreng meroket ialah adanya penurunan pasokan bahan baku minyak goreng.

“Terjadi penurunan produksi crude palm oil (CPO) dari Malaysia 8%. Kemungkinan produksi CPO di Indonesia akan turun dari target 49 juta ton mungkin hanya akan hasilkan 47 juta ton,” ujar Oke dalam webinar INDEF, Rabu (24/11/2021) lalu.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement