Penerbangan Pasca-Erupsi Gunung Semeru Aman, Kemenhub: Kita Monitoring Intensif

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 320 2512467 penerbangan-pasca-erupsi-gunung-semeru-aman-kemenhub-kita-monitoring-intensif-OTSKfmrUVx.jpg Penerbangan Pasca-Erupsi Gunung Semeru Aman. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan monitoring terhadap aktivitas Gunung Semeru. Meski pasca-erupsi kemmarin, operasional penerbangan pada bandara yang berada di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali tetap normal.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, mengatakan hasil pantauan yang berdasarkan ASHTAM VAWR untuk status abu vulkanik masih Red Alert, namun pergerakan abu vulkanik tidak terdeteksi oleh satelit.

Baca Juga: 7 Fakta Gunung Semeru, Tertinggi di Pulau Jawa yang Keindahannya Mendunia

“Berdasarkan ASHTAM VAWR 2176 jam 03.30 UTC tanggal 5 Desember 2021 atau pukul 11.30 WIB, meskipun status abu vulkanik masih Red Alert, pergerakan abu vulkanik tidak terdeteksi oleh satelit HIMAWARI-8," Kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto dalam keterangan resmi, Senin (6/11/2021).

Dirjen Novie menambahkan, untuk saat ini tidak terdapat bandara-bandara yang berada di area poligon dan di luar poligon sebaran abu vulkanic (volcanic ash), serta ATS Route tidak terdampak.

Baca Juga: Viral Pesan Utusan Nyi Roro Kidul Terkait Peristiwa Gunung Semeru Meletus

“Begitupun dengan hasil pantauan citra satelit dan SIGMET 06 pada pukul 03.30 UTC, menunjukkan bahwa tidak terdeteksi adanya sebaran abu vulkanik. Hasil Paper Test dari Bandar Udara Abdulrachman Saleh di Malang, pada pukul 08.00 sampai dengan 09.00 WIB di apron tidak teramati abu vulkanik,” ungkapnya.

Dengan demikian, Kemenhub akan terus melakukan monitoring dan koordinasi secara intensif dengan melibatkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Penyelenggara Bandar Udara.

“Operasional penerbangan pada bandara-bandara terdekat tetap berjalan normal, namun demikian akan terus dilakukan monitoring intensif aktifitas Gunung Semeru serta penyiapan langkah-langkah contingency sesuai ketentuan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini