Pengakuan Mengejutkan AP I soal Utang Rp35 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 320 2512721 pengakuan-mengejutkan-ap-i-soal-utang-rp35-triliun-XoAn7uHvpi.jpg Utang Angkasa Pura I (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I mencatat utang sebesar Rp 35 triliun. Akibat utang tersebut, manajemen mengakui bila perseroan mengalami tekanan kinerja operasional dan finansial sepanjang pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini.

Meski begitu, manajemen tengah menyiapkan program restrukturisasi operasional dan finansial perusahaan yang diharapkan rampung pada Januari 2022 mendatang sehingga perusahaan dapat bangkit dalam beberapa waktu ke depan.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan upaya asset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional seperti layanan bandara berbasis trafik, simplifikasi organisasi, penundaan program investasi serta mendorong anak usaha untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru (transformasi bisnis).

Baca Juga: Utang-Utang BUMN Mulai Bengkak, AP I Terlilit Rp35 Triliun

"Kami optimis dengan program restrukturisasi ini dapat memperkuat profil keuangan perusahaan ke depan. Terutama kemampuan kami untuk memastikan penambahan pendapatan cash in, efisiensi biaya dan upaya fundraising. Hal yang menggembirakan adalah adanya kenaikan trafik penumpang di akhir-akhir ini hingga mencapai 129.000 pada 28 November lalu dari rata-rata trafik sebelumnya yang hanya hanya sekitar 55.000 - 60.000 per hari. Hal ini yang membuat optimisme kami terjaga," ujar Faik, Senin (6/12/2021).

Untuk mendorong peningkatan pendapatan, perseroan berupaya menjalin kerja sama dengan mitra strategis, seperti Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Dhoho Kediri, Bandara Lombok Praya, pemanfaatan lahan tidak produktif seperti lahan Kelan Bay Bali, dan mengembangkan airport city Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), serta eks Bandara Selaparang Lombok.

Baca Juga: Terungkap! Garuda Indonesia Punya Utang Rp290 Miliar ke AP I

Faik juga mencatat, pihaknya tengah berupaya keras untuk menangani situasi sulit dan berkomitmen untuk dapat survive untuk menunaikan kewajiban perusahaan kepada kreditur, mitra, dan vendor secara pasti dan bertahap.

"Dengan berbagai inisiatif strategis tersebut kami optimis dapat bertahan menghadapi kondisi sulit ini dan mulai bangkit pada 2022 serta dapat mencatatkan kinerja keuangan positif," kata dia.

Adapun AP I memperkirakan total target hasil restrukturisasi untuk mencapai tambahan dana sebesar Rp3,8 triliun, efisiensi biaya sebesar Rp 704 miliar dan perolehan fundraising sebesar Rp 3,5 triliun.

"Dan perlu diingat, dengan adanya pembangunan bandara Angkasa Pura I maka secara konsolidasi menambah aset perusahaan. Di 2021, akan mencapai Rp44 triliun dari semula Rp24 triliun di 2017, saat proyek-proyek pengembangan bandara mulai dilaksanakan. Tentunya dengan selesainya pelaksanaan pembangunan dan perluasan terminal bandara, maka seluruh bandara Angkasa Pura I menjadi lebih cantik, lebih nyaman, dan dapat secara fleksibel menerapkan protokol kesehatan dengan lebih baik lagi," ungkap Faik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini