Share

Pengumuman! Aktivitas Pertambangan di Gunung Semeru Dihentikan

Antara, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 320 2512753 pengumuman-aktivitas-pertambangan-di-gunung-semeru-dihentikan-rW2JMyokQ2.jpeg Aktivitas pertambangan di Gunung Semeru dihentikan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seluruh aktivitas pertambangan di zona merah Gunung Semeru, Jawa Timur dihentikan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghentikan semua kegiatan pertambangan untuk mencegah adanya korban jiwa akibat erupsi maupun awan panas guguran.

Baca Juga: Awas! Banjir Lahar dan Awan Panas Gunung Semeru Masih Akan Terjadi

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Ediar Usman mengatakan Gunung Semeru masih berpotensi mengeluarkan lahar dan awan panas guguran, sehingga kawasan pertambangan harus dikosongkan.

"Kami sepakat untuk kegiatan yang ada di zona merah harus dikosongkan karena sangat mungkin masih ada potensi untuk terjadinya lahar ataupun awan panas guguran," ujarnya, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, Viral Pasangan Suami Istri Kembali Bertemu Setelah 24 Jam Terpisah

Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu sore, 4 Desember 2021, mengakibatkan awan tebal menyelimuti langit Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Bencana alam itu menyebabkan puluhan truk tambang pasir terpaksa putar balik akibat hujan abu vulkanik.

Kementerian ESDM juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah aliran sungai Mujur di Curah Kobokan dan daerah aliran sungai lain yang berhulu di Gunung Semeru untuk menghindari bahaya banjir lahar dingin.

"Potensi banjir lahar dingin masih ada karena kami melihat di bagian hulu atau puncak gunung masih banyak material-material hasil erupsi gunung api," kata Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Andiani.

Menurut Andini, volume material di puncak gunung masih banyak apalagi dengan kondisi curah hujan yang meningkat 1-2 bulan ke depan bisa menyebabkan potensi banjir lahar dingin.

"BMKG menyatakan curah hujan masih 1-2 bulan ke depan tentunya potensi lahar ini juga masih tinggi untuk mengancam di sekitar Semeru, utamanya adalah bukaan kawah yang mengarah ke bagian selatan dan tenggara," jelas Andini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini