Selanjutnya Herman juga menjelaskan bahwa dari aksi korporasi itu, Perseroan akan mendapat dana segar sejumlah Rp 180,25 miliar.
“Dari sisi penggunaan dana hasil IPO, sebagian besarnya digunakan untuk investasi capex dan modal kerja. Ini sangat positif untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat Perseroan sehingga dapat meningkatkan pendapatan,” pungkas Herman.
Didirikan pada Juni 2009, PT RMK Energy Tbk dalam waktu dekat ini akan segera beroperasi stasiun muat batu bara yang terintegrasi ke stasiun Kereta Api Gunung Megang milik anak usaha RMK Energy. Perseroan juga memiliki tambang batubara di Muara Enim melalui salah satu anak perusahaannya dengan cadangan terbukti sebanyak 24,5 metrik ton yang akan beroperasi secara komersial tahun depan.
Dengan terus mengembangkan kegiatan usaha yang terintegrasi serta terus meningkatkan kualitas dan tata kelola perusahaan yang baik, RMK Energy optimis akan dapat terus bertumbuh menjadi penyedia jasa logistik batu bara terbesar di Sumatera Selatan dan Indonesia.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.