Resmi IPO, Perusahaan Pengelola Terminal Khusus Batu Bara Jadi Emiten Terbaru BEI

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 278 2513049 resmi-ipo-perusahaan-pengelola-terminal-khusus-batu-bara-jadi-emiten-terbaru-bei-hMGRDlUmpK.jpg RMK Energy IPO Hari Ini. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT RMK Energy Tbk (RMKE) resmi menjadi emiten terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa logistik batu bara dan trading batu bara, yang meliputi bongkar muat di stasiun kereta api, pengangkutan ke pelabuhan serta pemuatan ke tongkang dan usaha perdagangan batu bara telah melaksanakan penawaran saham perdana hari ini.

RMKE melepas sebanyak 875.000.000 saham baru, yang mewakili 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham dengan harga Rp206 per lembar.

Saat ini pelabuhan milik Perseroan yang terletak di Sumatera Selatan adalah satu-satunya Tersus (Terminal Khusus) batu bara swasta di seluruh Indonesia yang terintegrasi dengan kereta api. Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah yang memiliki deposit batubara terbesar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: RMK Energy IPO Hari Ini, Incar Dana Rp180,25 Miliar

Dengan jarak transportasi yang jauh (rata-rata diatas 100 km) menjadi tantangan terbesar dari wilayah ini, serta minimnya infrastruktur untuk pengangkutan batubara dengan biaya ekonomis. Perseroan memanfaatkan peluang ini dengan adanya lokasi pelabuhan yang strategis dan dekat dengan Stasiun pembongkaran kereta api batubara, yaitu Stasiun Simpang. 

Fasilitas logistik angkutan batubara yang dimiliki RMKE memecahkan berbagai macam problem klasik dari tambang batubara, yaitu akses dan solusi atas permasalahan transportasi (hauling) yang sangat mahal di Sumatera Selatan. Dengan menggunakan infrastruktur logistik Perseroan, tambang-tambang yang terletak di area pedalaman akan menjadi lebih kompetitif dengan biaya transport yang lebih rendah sehingga dapat memaksimalkan produksi batubara dari Sumatera Selatan yang memiliki cadangan batubara terbesar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Wira Global Solusi, Widodo Makmur dan Tays Bakers Resmi Melantai di BEI

Direktur Utama RMK Energy, Tony Saputra mengatakan, walaupun ditengah kondisi pandemi yang sedang terjadi, Perseroan tetap dapat bertumbuh dan optimis untuk terus mengembangkan bisnisnya dan menjadi Perusahaan Publik yang terus bertumbuh dengan menerapkan prinsip tata kelola yang sehat.

"Untuk ke depannya, RMKE memiliki target untuk menjadi pelabuhan batu bara yang mampu mengapalkan minimum 25 juta ton per tahun (dengan pertimbangan jumlah traffic di sungai per hari dan juga kapasitas yang masih dapat di bangun di pelabuhan), mengembangkan stasiun pembongkaran kereta api dengan kapasitas lebih dari 17 juta ton per tahun, membangun stasiun muat khusus batubara di hulu lokasi pertambangan batubara, mengembangkan sayap usaha ke jasa penunjang industri batubara (kontraktor hauling, kontraktor tambang, ataupun jasa pendukung lainnya) serta tidak menutup kemungkinan untuk mengakuisisi ataupun bekerjasama untuk tambang-tambang potensial," kata Tony dalam keterangan resminya, Selasa (7/12/2021).

Perwakilan penjamin pelaksana emisi dari PT Indo Capital Sekuritas, Herman menerangkan Perseroan mendapat izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 26 November 2021 dengan masa Penawaran Umum 30 November – 3 Desember 2021.

"Saham RMKE mendapat respon pasar yang luar biasa, mengalami oversubscribe sebanyak 16x,” ujarnya.

Selanjutnya Herman juga menjelaskan bahwa dari aksi korporasi itu, Perseroan akan mendapat dana segar sejumlah Rp 180,25 miliar.

“Dari sisi penggunaan dana hasil IPO, sebagian besarnya digunakan untuk investasi capex dan modal kerja. Ini sangat positif untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat Perseroan sehingga dapat meningkatkan pendapatan,” pungkas Herman.

Didirikan pada Juni 2009, PT RMK Energy Tbk dalam waktu dekat ini akan segera beroperasi stasiun muat batu bara yang terintegrasi ke stasiun Kereta Api Gunung Megang milik anak usaha RMK Energy. Perseroan juga memiliki tambang batubara di Muara Enim melalui salah satu anak perusahaannya dengan cadangan terbukti sebanyak 24,5 metrik ton yang akan beroperasi secara komersial tahun depan.

Dengan terus mengembangkan kegiatan usaha yang terintegrasi serta terus meningkatkan kualitas dan tata kelola perusahaan yang baik, RMK Energy optimis akan dapat terus bertumbuh menjadi penyedia jasa logistik batu bara terbesar di Sumatera Selatan dan Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini