Share

Harga Emas Berjangka Naik, Investor Pantau Data Inflasi

Antara, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 320 2513624 harga-emas-berjangka-naik-investor-pantau-data-inflasi-HPugMfinwv.jpg Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas berjangka naik karena perhatian investor beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini.

Data inflasi dapat mempengaruhi kecepatan Federal Reserve menaikkan suku bunga, saat mereka mengambil posisi menjelang Tahun Baru.

Baca Juga: Emas Antam Naik Seribu, Paling Murah Dijual Rp516.500

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terkerek USD5,2 atau 0,29%, menjadi ditutup pada 1.784,70 dolar AS per ounce.

"Tampaknya lebih merupakan langkah konsolidasi sekarang," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA. Dia mengatakan pasar mengawasi pertemuan Fed minggu depan dan investor mencari kejelasan lebih lanjut tentang suku bunga pada saat ketidakpastian di sekitar varian virus corona Omicron.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 1,2%, Investor Balik ke Aset Berisiko

Laporan Indeks Harga Konsumen AS pada Jumat (10/12/2021) dapat mempengaruhi kebijakan moneter Fed menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 14-15 Desember.

Pembicaraan telepon Biden-Rusia juga diawasi dengan ketat karena ketidakpastian geopolitik utama apa pun akan mendukung emas, tetapi harga emas bisa turun jika situasi Omicron tidak memburuk, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (7/12/2021) bahwa Barat khawatir Rusia akan menginvasi Ukraina dan memperingatkan "tindakan ekonomi dan lainnya yang kuat" sebagai hukuman jika Moskow memulai konflik militer.

Saham global menguat hari ini karena kekhawatiran seputar varian Omicron mereda setelah pejabat tinggi penyakit menular AS, Anthony Fauci, mengatakan kepada CNN "sepertinya tidak ada tingkat keparahan yang besar" sejauh ini, memberikan tekanan terhadap emas.

Emas mendapat dukungan setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (7/12/2021) bahwa produktivitas tenaga kerja sektor bisnis nonpertanian AS turun 5,2% pada kuartal ketiga 2021, penurunan terbesar dalam produktivitas kuartalan sejak kuartal kedua tahun 1960.

Namun demikian, melonjaknya indeks pasar saham AS, menguatnya dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membatasi kenaikan emas lebih lanjut. Penguatan dolar membuat harga emas lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lainnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 26 sen atau 1,17%, menjadi ditutup pada USD22,523 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD13,6 atau 1,45%, menjadi ditutup pada USD950 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini