Share

Restrukturisasi Utang Rp28 Triliun, Dirut AP I: Ada Potensi Lebih Buruk Lagi

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 08 Desember 2021 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 320 2513982 restrukturisasi-utang-rp28-triliun-dirut-ap-i-ada-potensi-lebih-buruk-lagi-BuBtllNxxk.jpg Bandara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Angkasa Pura I, Faik Fahmi menyatakan bahwa potensi keuangan yang semakin memburuk tengah menghantui perseroannya.

Dia menyebut, keuangan AP I akan semakin memburuk, bila tidak dilakukan upaya penyehatan dan restrukturisasi utang perusahaan sebesar Rp 28 triliun. Utang tersebut berasal dari kreditur dan investor perusahaan.

Meski kontraksi keuangan perseroan bukan disebabkan oleh masalah yang bersifat struktural, namun Faik mengakui cash flow dan utang saat ini menjadi ancaman serius.

Baca Juga: Utang-Utang BUMN Mulai Bengkak, AP I Terlilit Rp35 Triliun

"Apa yang kita alami ini penyebabnya bukan masalah yang bersifat struktural, jadi isunya bukan utang yang besar, tapi dengan utang yang besar tersebut kondisi Angkasa Pura I belum beranjak pulih akibat dampak pandemi Covid-19. Dan potensi untuk meningkat lebih buruk lagi, bila tidak dilakukan upaya penyehatan dan restrukturisasi," ujar Faik dalam konferensi pers, Rabu (8/12/2021).

Meski Faik mengakui perseroan mengalami tekanan kinerja operasional dan finansial sepanjang pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini.

Baca Juga: Utang-Utang BUMN Mulai Bengkak, AP I Terlilit Rp35 Triliun

Namun, manajemen tengah menyiapkan program restrukturisasi operasional dan finansial perusahaan yang diharapkan rampung pada Januari 2022 mendatang sehingga perusahaan dapat bangkit dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Adapun langkah pemulihan yang dilakukan adalah upaya asset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional seperti layanan bandara berbasis trafik, simplifikasi organisasi, penundaan program investasi serta mendorong anak usaha untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru (transformasi bisnis).

"Sebenarnya kondisi Angkasa Pura I itu tak seburuk seperti dari diberitakan media selama ini. Memang, kita ada hutang kepada kreditur dan investor, itu sampai november 2021 itu sebesar Rp 28 triliun. Jadi bukan Rp35 triliun, tapi Rp 28 triliun," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini