Share

PUPR Bangun Jalan Baru demi Distribusi Logistik Korban Erupsi Semeru

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 470 2513668 pupr-bangun-jalan-baru-demi-distribusi-logistik-korban-erupsi-semeru-c1jYWWI5ts.jpg Erupsi Gunung Semeru (Foto: PPGA Semeru)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan akses jalan menuju lokasi terdampak Erupsi Gunung Semeru bisa dilalui kendaraan pendistribusian logistik.

"Tugas kami adalah mendukung upaya tanggap darurat, pembersihan, termasuk sarana dan prasarana juga sudah didistribusikan,"ujar Direktur Jendral Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahardian pada keterangan tertulisnya, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Viral! Relawan Selamatkan Seekor Bebek Terdampak Erupsi Semeru

Untuk percepatan peningkatan konektivitas, Hedy menjelaskan saat ini telah dilakukan langkah-langkah penanganan dengan mencari jalur-jalur alternatif untuk menghubungkan Lumajang-Turen-Malang yang putus akibat robohnya Jembatan Besuk Koboan.

Baca Juga: Gunung Merapi Alami Erupsi Erusif, Ini Penjelasannya

Salah satunya akan dibangun jembatan gantung dalam 2 bulan ke depan untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua sebagai penghubung Kabupaten Lumajang dengan Malang Selatan. Jembatan ini juga didesain dapat dilalui ambulance untuk keadaan darurat.

"Kami juga menyiapkan jalur alternatif ke arah selatan sepanjang 2 km yang dibangun oleh Pemkab dan Kementerian PUPR membantu 7 km. Tetapi ini memang tidak bisa digunakan untuk kendaraan berat, hanya logistik ringan," sambung Hedy Rahadian.

Selanjutnya untuk perbaikan permanen Jembatan Besuk Koboan yang berada di Ruas Jalan Nasional Turen - Lumajang dibutuhkan waktu perbaikan sekitar 1 tahun.

"Pembangunan jembatan permanen dengan bentang 130 meter butuh waktu. Makanya kita buatkan dulu jembatan gantung yang bersifat sementara untuk pemulihan konektivitas," lanjut Hedy Rahadian.

Sedangkan untuk relokasi warga terdampak erupsi Gunung Semeru saat ini Kementerian PUPR masih menunggu lokasi yang aman sesuai dengan rekomendasi dari badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini