Share

Menko Luhut: RI Bakal Pamerkan Mangrove ke Pemimpin G20

Antara, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 320 2514436 menko-luhut-ri-bakal-pamerkan-mangrove-ke-pemimpin-g20-hrdEvUgp0d.jpg Menko Luhut Bertemu Menteri Korsel (Foto: Okezone/Kemenko Marves)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan memamerkan program rehabilitasi mangrove kepada pada para pemimpin G20. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Dia menjelaskan program pengembangan dan rehabilitasi mangrove menjadi salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo, di mana ditargetkan seluas 600.000 hektare lahan mangrove bisa direhabilitasi hingga 2024.

"Salah satu isu penting di G20 adalah perubahan iklim. Dan pemerintah Indonesia akan menjadikan mangrove sebagai show case kepada para Leaders di G20," kata Menko Luhut pada sambutannya secara virtual dikutip Antara, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga: Menko Luhut Bertemu Bos Huawei, Bahas Investasi Masa Depan di RI

Ia meminta agar program rehabilitasi mangrove bisa disiapkan dengan optimal guna menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjaga lingkungan dan menahan laju perubahan iklim.

"Saya minta kita siapkan sebaik-baiknya program mangrove kita untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga iklim dunia," kata Menko Luhut.

Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti menjelaskan program rehabilitasi mangrove merupakan program prioritas nasional yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga: Menko Luhut Klaim Masyarakat RI Miliki Antibodi Covid-19 yang Tinggi

"Program ini pun sudah dimasukkan dalam Perpres Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk percepatan rehabilitasi mangrove 600 ribu hektare sampai 2024," katanya.

Nani menjelaskan dari target tersebut, khusus tahun 2021 awalnya ditargetkan rehabilitasi mangrove seluas 100 ribu hektare. Namun, karena pandemi Covid-19 di mana terjadi pembatasan, maka tahun ini pemerintah hanya bisa fokus pada penyediaan bibit.

"Target tercatat oleh kami sekitar 40 ribuan hektare tahun ini. Tapi nanti akan kami update sampai akhir tahun karena angka tersebut hanya yang tercatat dari kementerian/lembaga. Kalau BUMN, sektor swasta sampai pemerintah daerah, itu nanti juga akan ikut dicatat," katanya.

Nani menambahkan dengan skema ambisius dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak, diharapkan target tahun 2022 seluas 150 ribu - 200 ribu hektare rehabilitasi lahan mangrove akan bisa tercapai.

"Bank Dunia, Jerman, dan Uni Emirat Arab (UEA), juga akan memberikan dukungan mulai tahun depan. Tahun depan targetkan bisa minimal double atau triple, sekitar 150 ribu-200 ribu hektare (rehabilitasi mangrove)," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini