JAKARTA - Bisnis kopi robot membuat pria ini untung besar. Dia adalah Keith Tan.
Keith Tan merupakan mantan manajer yang memutuskan berhenti dari pekerjaan dan membangun bisnis kopi.
Namun, belum lama bisnis berjalan, dia mengalami krisis tenaga kerja. Akhirnya, Keith Tan menciptakan robot barista kopi yang diberi nama Ella.
“Kami memiliki empat toko yang menghadapi krisis tenaga kerja, dan saya berpikir, 'Saya baru saja berinvestasi di perusahaan ini, itu akan tumbuh, itu akan tumbuh lebih dari itu! Jadi, saya memutuskan sudah waktunya untuk benar-benar melihat ke dalam teknologi,” kata Keith Tan seperti dilansir dari CNBC Make It, Minggu (12/12/2021).
Baca Juga: Menyeruput Kopi Buatan Robot, Aksinya Tak Kalah Jago dari Barista
Robot Ella menjadi barista kopi otonom pertama yang hadir di Singapura. Sejak diproduksi pada 2018, saat ini bisnis Keith Tan sudah menghasilkan lebih dari USD35 juta atau setara Rp502 miliar.
Sebelumnya, Keith Tan bekerja sebagai manajer kantoran. Pada saat berusia 35 tahun, Keith merasa ingin membangun bisnisnya sendiri untuk perkembangan dirinya.
“Saat itu saya berusia 35 tahun di bidang keuangan. Saya berpikir, ‘Ini kesempatan saya’. Saya harus melakukan sesuatu, membangun sesuatu untuk diri saya sendiri,” ucap Keith Tan.
Keith kemudian mendirikan kedai kopinya sendiri. Namun, di tengah jalan, dia mengalami krisis tenaga kerja. Keith pun coba untuk berfokus pada kerja teknologi.
Dari masalah yang ada, Keith mendirikan Crown Digital. Adapun Crown Digital adalah sebuah startup yang bertujuan untuk mengatasi kesulitan di sektor F&B.
Robot Ella adalah produk debut perusahaan tersebut. Robot otomatis yang dirancang untuk meniru pekerjaan server kopi manusia.
Robot ini beroperasi sepanjang waktu dan dapat menyajikan hingga 200 cangkir kopi per jam. Jumlah ini empat kali lebih banyak dari kopi yang disajikan oleh barista manusia pada umumnya.
Selain menyajikan dengan cepat, efisiensi ini juga berpengaruh pada biaya yang harus dibayar konsumen. Sebagai contohnya, satu cangkir latte di Singapura biasanya dijual dengan harga sekitar USD4,5, Ella menjual latte dengan harga USD3.
Crown Digital merancang robot Ella agar mampu mendeteksi serta mengatasi tumpahan atau kesalahan yang terjadi pada sistemnya. Keith menyatakan, teknologi ini didesain untuk lokasi dengan tingkat kepadatan tinggi di mana kecepatan adalah hal yang diutamakan, seperti bandara atau kantor.
“Ada peluang di mana Anda hanya ingin kecepatan, konsistensi, dan kemudahan pemesanan, di situlah robotika benar-benar dapat berperan,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.