Share

The Fed Putuskan Kurangi Pembelian Obligasi AS Lebih Cepat

Antara, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2021 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 278 2517736 the-fed-putuskan-kurangi-pembelian-aset-as-lebih-cepat-bQx3kcc7t2.jpg The Fed Putuskan Kurangi Pembelian Aset AS. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

WASHINGTON - Federal Reserve AS memutuskan untuk mengurangi pembelian aset lebih cepat pada Januari, di tengah meningkatnya inflasi.

"Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan terkait dengan pandemi dan pembukaan kembali ekonomi terus berkontribusi pada peningkatan inflasi," demikian pernyataan Komite Pembuat Kebijakan Fed, dikutip dari Antara, Kamis (16/12/2021).

Mengingat perkembangan inflasi dan peningkatan lebih lanjut di pasar tenaga kerja, komite memutuskan untuk mengurangi laju pembelian aset bersih sebesar USD20 AS untuk sekuritas obligasi pemerintah dan USD10 miliar untuk sekuritas yang didukung hipotek agensi, dimulai dengan jadwal pembelian pertengahan Januari.

Baca Juga: Rupiah Menguat Abaikan Omicron dan Sentimen The Fed

"Komite menilai bahwa pengurangan serupa dalam laju pembelian aset bersih kemungkinan akan sesuai setiap bulan. Kendati demikian, siap untuk menyesuaikan laju pembelian jika dijamin oleh perubahan prospek ekonomi," kata pernyataan itu.

The Fed di awal November setuju mengurangi program pembelian aset bulanan USD120 miliar sebesar USD15 miliar.

Pengumuman pada hari Rabu (15/12/2021) menempatkan bank sentral untuk mengakhiri pembelian aset pada Maret, atau lebih awal dari yang diperkirakan pada bulan Juni.

Baca Juga: Tapering The Fed Dipercepat, Suku Bunga Naik Kapan?

"Kami secara bertahap menghentikan pembelian kami lebih cepat karena dengan tekanan inflasi yang meningkat dan pasar tenaga kerja yang menguat dengan cepat, ekonomi tidak lagi membutuhkan peningkatan jumlah dukungan kebijakan," kata Ketua Fed Jerome Powell, Rabu (15/12) sore dalam sebuah konferensi pers virtual.

Selain itu, kata Powell, penyelesaian yang lebih cepat dari pembelian aset pihaknya akan memosisikan kebijakan dengan lebih baik untuk menangani berbagai hasil ekonomi yang masuk akal.

Selama beberapa minggu terakhir, sejumlah pejabat Fed dan ekonom telah mendesak bank sentral untuk mempercepat laju tapering guna memberikan lebih banyak kelonggaran buat menaikkan suku bunga lebih cepat di tengah tekanan inflasi.

Indeks harga konsumen (IHK) naik 6,8 persen pada bulan November dari tahun sebelumnya, laju tahunan tercepat dalam hampir 40 tahun, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Proyeksi suku bunga rata-rata pejabat Fed yang dirilis pada hari Rabu (15/12) menunjukkan bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga acuan tiga kali tahun depan, bertambah dari hanya satu kenaikan suku bunga yang diproyeksikan pada bulan September.

Pejabat Fed juga memperkirakan ekonomi AS tumbuh 5,5% pada 2021, atau lebih rendah dari perkiraan 5,9% pada September.

The Fed berjanji untuk mempertahankan suku bunga dana federal tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol sejak awal pandemi.

"Halangan untuk kenaikan suku bunga sekarang terletak tepat di pasar tenaga kerja dengan pernyataan yang menunjukkan bahwa ambang inflasi, bahkan di bawah rezim fleksibel baru Fed telah terpenuhi," kata Ekonom Wells Fargo Securities Sarah House.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini