Share

Harga Emas Turun Abaikan Peningkatan Penjualan Ritel AS

Antara, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2021 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 320 2517755 harga-emas-turun-abaikan-peningkatan-penjualan-ritel-as-ZBVGFliFyI.jpg Harga Emas Turun. (Foto: Okezone.com)

CHICAGO - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat. Harga emas tertekan penguatan dolar AS usai keputusan Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange turun USD7,8 atau 0,44% menjadi USD1.764,50 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (14/12), emas berjangka jatuh USD16 atau 0,89% menjadi USD1.772,30.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Goceng Jadi Rp924.000/Gram

Federal Reserve menyatakan memangkas program pembelian asetnya sebesar USD30 miliar per bulan untuk mengakhiri pembelian obligasi pada Maret 2022. Selain itu, akan menaikkan suku bunga tiga kali pada 2022.

Sementara itu, emas mengabaikan data yang menunjukkan penjualan ritel AS meningkat kurang dari yang diharapkan pada bulan November setelah melonjak pada bulan Oktober karena orang Amerika memulai belanja liburan lebih awal untuk menghindari kekurangan dan membayar lebih untuk barang-barang.

Baca Juga: Emas Berjangka Turun 0,89%, Investor Fokus Pertemuan The Fe

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS pada bulan November naik 0,3% atau di bawah perkiraan 0,8%.

"Lima menit setelah laporan ritel AS, emas kembali ke tempatnya semula. Pada hari lain, laporan itu akan lebih signifikan. Akan tetapi, saat (putusan) pertemuan Fed makin dekat, emas terdorong ke samping dengan sangat cepat," kata Analis Kitco Metals, Jim Wyckoff, dikutip dari Antara, Kamis (16/12/2021).

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena indeks manufaktur Empire State Fed New York yang dirilis pada hari Rabu (15/12) naik menjadi 31,9 pada bulan Desember dari 30,9 pada bulan sebelumnya.

The Fed memang sudah diperkirakan akan mengumumkan bahwa mereka akan mempercepat akhir dari pembelian obligasinya dan memberi sinyal untuk kenaikan suku bunga tahun depan sebagai penjagaan terhadap lonjakan inflasi.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 37,9 sen atau 1,73% menjadi USD21,545 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD16,7 atau 1,83% menjadi USD894,2 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini