Share

Penjelasan Menko Luhut soal Karantina Pejabat dari Luar Negeri

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 320 2517832 penjelasan-menko-luhut-soal-karantina-pejabat-dari-luar-negeri-Pz44BIjy6m.jpg Menko Luhut Jelaskan soal Aturan Karantina Pejabat Luar Negeri. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan soal kebijakan karantina kepada pejabat negara dilakukan secara terukur.

Luhut memastikan pemerintah dapat memberikan diskresi terkait kebijakan karantina untuk kebutuhan tertentu, misal protokol bubble Covid-19 terhadap delegasi rangkaian acara KTT G20 2022.

"Sekali lagi saya sampaikan, karantina ini pun ada diskresi, tidak serta merta kita juga kaku. Seperti, misalnya bubble, kemarin persiapan G20 ministerial meeting di Bali. Itu kita berikan juga diskresi," kata Menko Luhut dalam webinar virtual dikutip, Kamis (16/12/2021).

Baca Juga: Kasus Karantina Rachel Vennya, Kompolnas: Polisi Perlu Usut Pungli Rp40 Juta

Menko Luhut menyebut diskresi diberikan kepada rombongan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken yang datang ke Indonesia. Menurut Koordinator PPKM Jawa-Bali itu, diskresi karantina juga punya risiko.

"Apa ada risikonya? Tentu ada. Tapi kita sudah hitung karena kita juga melakukan prosedur yang sama sebelum datang ke Indonesia. Jadi, semua, apapun keputusan yang kita lakukan, semua kita lakukan secara terukur," tegasnya.

Baca Juga: Aturan Karantina Terbaru, Satgas Covid-19: Pengecualian Berlaku Terbatas dan Ketat

Meski demikian, Menko Luhut menilai pemerintah telah melakukan perhitungan matang mengenai hal tersebut. Terlebih, delegasi asing pun dipastikan melakukan prosedur serupa sebelum datang ke Tanah Air.

Luhut mengatakan penanganan Covid-19 di Indonesia mendapat apresiasi dari dunia. Meski demikian, ia tidak bosan mengingatkan bahwa pandemi belum selesai.

"Saya mohon teman-teman sekalian supaya menyadari, kita jangan terus jumawa bahwa kita sekarang sudah 152 hari mampu menekan Covid-19 ini karena ini belum selesai," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini