Share

3 Nasib Petani Tembakau karena Harga Rokok Naik

Erlinda Septiawati, Okezone · Kamis 16 Desember 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 320 2517960 3-nasib-petani-tembakau-karena-harga-rokok-naik-Mq8P0tW0aQ.jpg Harga Rokok 2022 Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Nasib petani tembakau karena harga rokok naik sangat besar. Pasalnya, pasokan tembakau dari petani bisa berkurang saat produksi rokok berkurang karena tingginya harga jual.

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran bagi petani tembakau disebabkan kondisi ekonomi yang masih dalam pemulihan usai pandemi Covid-19.

Baca Juga: Tarif Cukai Naik, Harga Rokok di Indonesia Jadi Termahal Ketiga di ASEAN+5

Selain itu, kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) akan merugikan industri hasil tembakau (IHT). Berikut nasib petani tembakau, jika harga rokok naik yang telah dirangkum Okezone, Kamis (16/12/2021).

1. Permintaan Tembakau Bakal Berkurang

Dampak pertama dari kenaikan CHT tentu berpengaruh pada penurunan produksi rokok di pabrik. Bila itu terjadi maka menyebabkan permintaan pasokan tembakau kepada para petani tembakau juga ikut berkurang.

Baca Juga: Tarif Cukai Naik 12%, Berikut Daftar Terbaru Harga Rokok per Bungkus

2. Mematikan Mata Pencaharian

Bahkan, kenaikan cukai diprediksi akan berdampak signifikan terhadap kelangsungan mata pencaharian petani tembakau. Pasalnya, permintaan tembakau industri pabrik akan berkurang. Kebijakan menaikkan tarif CHT dinilai menjadi penyebab pesanan pasokan IHT bakal melemah.

3. Penolakan dari Sejumlah Pihak

Sementara itu, suara penolakan akan rencana kenaikan tarif CHT 2022 tak henti disuarakan dari berbagai pihak. Khususnya pelaku industri dan tenaga kerja terkait rencana kenaikan tarif cukai rokok pada 2022.

Seperti sigaret kretek tangan (SKT) merupakan sektor padat karya yang paling banyak mempekerjakan perempuan sebagai pelinting. Mayoritas dari pekerjanya diketahui tulang punggung keluarga yakni pencari nafkah.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat melindungi rakyat kecil di sektor padat karya untuk dapat bertahan di masa pandemi.

Lalu, para pekerja pabrik rokok yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM) SPSI Provinsi Jawa Timur juga secara resmi menolak kenaikan tarif cukai rokok tahun 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini