Share

9 Fakta Cukai Naik 12%, Cek Fakta dan Harga Rokok 2022 di Sini

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 19 Desember 2021 05:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 18 320 2518957 9-fakta-cukai-naik-12-cek-fakta-dan-harga-rokok-2022-di-sini-CBOH7ZAsqd.jpg Cukai Rokok 2022 Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA – Pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) 2022 dengan kenaikan rata-rata 12%. Selain itu, tarif minimum harga jual eceran (HJE) rokok elektrik dan hasil pengolahan tembakau lainnya juga naik.

Berikut fakta-fakta cukai rokok naik 12% yang dirangkum di Jakarta, Minggu (19/12/2021).

1. Bantu Penerimaan Cukai Makin Bertambah

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan alasan menaikkan tarif cukai tembakau. Menurutnya, kenaikan cukai bisa membantu penerimaan cukai makin bertambah.

Sebagai informasi, rata-rata kenaikan tarif cukai rokok untuk tahun 2022 mencapai 12%. Meski naik, rata-rata kenaikannya lebih rendah dibanding tahun 2021, yaitu 12,5%.

Baca Juga: Tarif Cukai Naik, Harga Rokok di Indonesia Jadi Termahal Ketiga di ASEAN+5

"Bisa membantu masyarakat miskin," kata Sri Mulyani dalam video virtual.

2. Petani Maupun Buruh Tidak Akan Rugi

Menurut Sri Mulyani, kenaikan tarif cukai rokok sudah memperhitungkan aspek tenaga kerja baik petani maupun pekerja. Jadi, kenaikan ini tidak akan merugikan petani maupun buruh.

"Industri terutama menggunakan tenaga kerja. Jadi petani bisa untung," katanya.

3. Daftar Harga Rokok per Bungkus

Berikut daftar harga jual eceran (HJE) rokok per bungkus pada 2022:

Sigaret Kretek Mesin

a. Sigaret Kretek Mesin golongan I (tarif cukai 985, naik 13,9%)

 - HJE per batang: Rp1.905

- HJE per bungkus: Rp38.100

Baca Juga: 3 Nasib Petani Tembakau karena Harga Rokok Naik

b. Sigaret Kretek Mesin golongan IIA (tarif cukai 600, naik 12,1%)

- HJE per batang: Rp1.140

- HJE per bungkus: Rp22.800

c. Sigaret Kretek Mesin golongan IIB 14,3 persen (tarif cukai 600, naik 14,3%)

- HJE per batang: Rp1.140

- HJE per bungkus: Rp22.800

Sigaret Putih Mesin

a. Sigaret Putih Mesin golongan I (tarif cukai 1.065, naik 13,9%)

- HJE per batang: Rp2.005

- HJE per bungkus: Rp40.100

b. Sigaret Putih Mesin golongan IIA (tarif cukai 635, naik 12,4%)

- HJE per batang: Rp1.135

- HJE per bungkus: Rp22.700

c. Sigaret Putih Mesin golongan IIB (tarif cukai 635, naik 14,4%)

- HJE per batang: Rp1.135

- HJE per bungkus: Rp22.700

Sigaret Kretek Tangan

a. Sigaret Kretek Tangan golongan IA (tarif cukai 440, naik 3,5%)

- HJE per batang: Rp1.635

- HJE per bungkus: Rp32.700

b. Sigaret Kretek Tangan golongan IB (tarif cukai 345, naik 4,5%)

- HJE per batang: Rp1.135

- HJE per bungkus: Rp22.700

c. Sigaret Kretek Tangan golongan II (tarif cukai 205, naik 2,5%)

- HJE per batang: Rp600

 - HJE per bungkus: Rp12.000

 d. Sigaret Kretek Tangan golongan III (tarif cukai 115, naik 4,5%)

- HJE per batang: Rp505

- HJE per bungkus: Rp10.100

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

4. Pemerintah Pertimbangkan 4 Dimensi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah memiliki setidaknya 4 dimensi yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan kenaikan tarif cukai rokok pada tahun depan.

Dimensi pertama yang dipertimbangkan, yakni soal kesehatan masyarakat. Pemerintah ingin cukai rokok mampu mengurangi prevalensi merokok, terutama pada anak yang ditargetkan turun menjadi 8,7% pada 2024.

Kedua, tenaga kerja pada industri rokok. Tenaga kerja tersebut terutama pada industri yang memproduksi rokok kretek tangan karena proses pelintingannya masih manual.

Ketiga, penerimaan negara karena cukai rokok menyumbang Rp193,53 triliun atau sekitar 10% dari pendapatan negara pada 2022.

"Keempat yakni pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal. Kenaikan harga rokok yang terlalu tinggi akan mendorong industri rokok ilegal meningkatkan produksinya," tandasnya.

5. Harga Rokok di RI Jadi Termahal Ke-3 di ASEAN+5

Tarif cukai naik, harga rokok di Indonesia menjadi termahal ketiga di ASEAN. Tarif cukai rokok resmi naik dengan rata-rata 12% pada 2022.

Naiknya harga cukai rokok ini membuat otomotif harga rokok juga naik di pasaran. Meski begitu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai bahwa harga jual rokok minimum per bungkusnya masih lebih murah daripada negara-negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

“Harga rokok di Indonesia akan menjadi Rp38.100 per bungkus, termahal ketiga dibandingkan kawasan ASEAN+5. Hanya sekitar seperempat dari Singapura dan setengah dari Malaysia,” tutur Menkeu secara virtual.

6. BLT untuk Petani dan Buruh Rokok Cair

Pemerintah menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk petani dan buruh rokok imbas kenaikan tarif cukai rokok pada 2022.

Anggaran BLT ini berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT). DBH CHT dialokasikan untuk memitigasi dampak pada tenaga kerja SKT.

Penggunaan DBH CHT secara spesifik ditujukan kepada buruh tani tembakau atau buruh pabrik rokok terdampak dalam bentuk pemberian Bantuan Langsung Tunai, pelatihan keterampilan kerja, dan bantuan modal usaha. Adapun untuk petani tembakau, DBH CHT dialokasikan untuk peningkatan kualitas bahan baku, iuran jaminan produksi, subsidi harga, serta bantuan bibit, benih, pupuk, sarana dan prasarana produksi.

“Untuk DBH CHT kami akan terus memperbaiki policy-nya,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR.

7. Tenaga Kerja SKT Semakin Menurun

Sri Mulyani menyatakan, tenaga kerja SKT semakin menurun seiring dengan pergeseran produksi rokok ke produk buatan mesin. Dari jumlah 195.432 orang pada tahun 2010, jumlah tenaga kerja SKT pada tahun 2019 turun menjadi 140.996 orang.

“Kita mengalokasikan DBH CHT ini untuk daerah agar daerah bisa membantu tenaga kerja terutama yang terkena dampak negatif dari kebijakan CHT yang kita naikkan untuk melindungi sisi konsumen dan anak-anak,” katanya.

8. Pemerintah Perbarui Pengalokasian Anggaran DBH CHT

Pemerintah terus meningkatkan dukungan terhadap petani atau buruh tani tembakau serta buruh rokok dengan memperbarui kebijakan pengalokasian anggaran DBH CHT. Pada tahun 2020, minimal 50% DBH CHT dialokasikan untuk sektor kesehatan, sementara sisanya belum ada ketentuan sehingga daerah memiliki kebebasan.

Namun sejak tahun 2021, DBH CHT dialokasikan menjadi 25% untuk kesehatan, 50% untuk kesejahteraan masyarakat, serta 25% untuk penegakan hukum.

“Kita kemudian menurunkan kesehatan menjadi 25% sehingga 50% dipakai untuk membantu kesejahteraan rakyat terutama petani tembakau dan memberikan bantuan terutama pada mereka yang harus ikut dalam PBI. Bisa dialihkan untuk bidang kesehatan kalau memang kesehatan masih prioritas dan urgent,” jelas Sri Mulyani.

9. Harta Bos Djarum Lenyap Rp5,5 Triliun dalam Sehari

Harta orang terkaya di Indonesia yang merupakan bos Djarum Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono turun dalam sehari. Penurunan harta bos Djarum ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan kenaikan tarif cukai rokok 2022 sebesar 12%.

Melansir forbes real time billionaires, harta Robert Budi Hartono turun USD198 juta atau setara Rp2,83 triliun (kurs Rp14.300 per USD). Kini kekayaannya mencapai USD21,2 miliar atau setara Rp303,1 triliun.

Sementara kekayaan Michael Hartono juga turun USD190 juta atau setara Rp2,71 triliun. Kini kekayaannya mencapai USD20,3 miliar atau Rp290,2 triliun. Jika ditotal, harta bos Djarum turun Rp5,54 triliun dalam sehari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini