Pejabat Fed Chris Waller memastikan bahwa kenaikan suku bunga tidak akan lama setelah bank sentral Amerika Serikat mengakhiri pembelian obligasinya pada Maret.
"Kabar ini memberi dorongan terhadap Dolar yang sekarang sedang mengincar titik tertinggi baru," kata Analis Pepperstone di Melbourne, Chris Weston, dilansir Reuters, Senin (20/12/2021).
Laju penguatan greenback ini merupakan tertingginya sejak Juli 2021, meskipun sempat diterpa penurunan dalam beberapa waktu terakhir berkat kabar penyebaran varian Omicron.
Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada Sabtu kemarin (18/12) bahwa jumlah kasus Omicron berlipat ganda dalam 1,5 hingga 3 hari di berbagai belahan dunia. Asumsi dampak Omicron masih menjadi penyeimbang Dolar di pasar.
(Feby Novalius)