Share

Di RI Mau Dihapus, Ini Daftar 7 Negara yang Masih Pakai BBM Premium

Athika Rahma, MNC Portal · Jum'at 24 Desember 2021 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 320 2522025 di-ri-mau-dihapus-ini-daftar-7-negara-yang-masih-pakai-bbm-premium-P4gcu4Eu4r.jpg Premium dan Pertalite Dihapus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hanya ada 7 negara yang masih memakai BBM Premium. 7 negara tersebut termasuk Indonesia. Namun kini, pemerintah akan menghapus BBM Premium pada tahun 2022 dan digantikan dengan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan data Pertamina, saat ini hanya ada tujuh negara yang menggunakan Premium yaitu Bangladesh, Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan dan Indonesia.

"Saat ini, jumlah negara yang menggunakan Premium juga sangat sedikit. Berdasarkan data Pertamina, saat ini hanya ada 7 negara yang menggunakan Premium yaitu Bangladesh, Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan dan Indonesia," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (24/12/2021).

 

Baca Juga: BBM Premium dan Pertalite Akan Dihapus, SPBU Hanya Jual Pertamax! Begini Tahapannya

Menurut Mamit, negara-negara maju sudah menggunakan BBM dengan minimal standar EURO 4, yaitu RON 91 untuk produk gasoline dan CN 51 untuk produk gasoil. Sedangkan, Premium sendiri masih RON 88, dan Pertalite masih RON 90.

Tentunya, produk bahan bakar dengan standar EURO 4 memiliki banyak kelebihan dari sisi kelingkungan. Misalnya, emisi buang kendaraan lebih rendah karena pembakaran mesin lebih sempurna.

"Perawatan mesin juga jadi lebih murah dan hemat karena tidak perlu sering ke bengkel, jarak tempuh pun lebih jauh jadi sebenarnya lebih irit dibanding Premium," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Oleh karenanya, dirinya mengapresiasi langkah pemerintah yang akan menghapus Premium hingga Pertalite. Hal ini tentunya akan mendukung target pemerintah dalam mengurangi emisi 29% di tahun 2030.

"Kita sosialisasikan saja terlebih dulu keuntungan dan manfaat dari BBM dengan RON yang lebih tinggi secara masif," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini