Share

Waspada! BPOM Temukan 41.036 Produk Makanan Tak Layak Senilai Rp867,4 juta

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 24 Desember 2021 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 320 2522148 waspada-bpom-temukan-41-036-produk-makanan-tak-layak-senilai-rp867-4-juta-wbH6mgHHLj.jpg BPOM Temukana Makanan Tak Layak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sebanyak 41.306 pcs produk yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), dengan nilai keekonomian sebesar Rp867.426.000.

"Temuan produk didominasi oleh pangan kedaluwarsa (53%), dan diikuti oleh temuan produk Tanpa Izin Edar/TIE (31,3%) serta produk rusak (15,7%)," kata Kepala Badan POM Penny K. Lukito dalam konferensi secara virtual, Jumat (24/12/2021).

Baca Juga: 6 Obat-Obat Tertentu yang Sering Disalahgunakan, Waspadai Bahayanya!

Jumlah temuan produk TMK dari tahun 2020 ke tahun 2021 secara signifikan mengalami penurunan. Penurunan temuan TMK tersebut mengindikasikan adanya peningkatan kepatuhan dan pemahaman pelaku usaha di bidang distribusi/peredaran pangan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Saat ini BPOM melalui 73 Unit Pelaksana Teknis (UPT) melakukan intensifikasi pengawasan makanan secara serentak di seluruh Indonesia saat memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Biasanya, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru belanja masyarakat terutama produk pangan olahan (Mamin) selalu meningkat. Untuk itu perlu dilakukan pengawasan agar tidak ada oknum memanfaatkan momen tinggi konsumsi masyarakat di pasar.

"Sebagai upaya memberikan keamanan dan ketenangan bagi masyarakat dalam berbelanja pangan olahan secara online, tahun ini intensifikasi pengawasan diperluas pada sarana gudang e-commerce, di samping pelaksanaan cyber patrol,” ujar Penny

Pengawasan tersebut memiliki target terhadap pangan Tanpa Izin Edar (TIE) atau ilegal, pangan kedaluwarsa, dan pangan rusak. Hasil intensifikasi pengawasan pangan olahan dari awal sampai minggu ketiga Desember 2021 meliputi pengawasan pada 1.975 sarana peredaran pangan olahan yaitu pada 49 importir, 406 distributor, 1.511 ritel, dan 9 gudang e-commerce.

Dari jumlah tersebut BPOM menemukan sarana peredaran pangan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) sebanyak 631 (32%), yang terdiri dari 0,3% importir, 1,7% distributor, dan 30% ritel yang mencakup ritel modern dan tradisional.

Dari jumlah tersebut terjadi penurunan sebesar 5,2% proporsi temuan sarana peredaran TMK pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 yang angkanya mencapai 37,2 %, sedangkan tahun ini terdapat 32 %.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini