Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Digitalisasi Pesantren, Sandiaga Uno: Gerakkan Ekonomi Umat, Buka Peluang Usaha hingga Lapangan Kerja

Erlinda Septiawati , Jurnalis-Senin, 27 Desember 2021 |10:32 WIB
Digitalisasi Pesantren, Sandiaga Uno: Gerakkan Ekonomi Umat, Buka Peluang Usaha hingga Lapangan Kerja
Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

SERANG - Gerakan santripreneur yang tengah dikembangkan Pondok Pesantren An Nawawi diyakini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mampu menjadi penggerak ekonomi umat.

Lewat digitalisasi pesantren, para santri dinilainya mampu menjadi agen perubahan yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Optimisme itu disampaikan Sandiaga Uno ketika berkunjung ke Pondok Pesantren An Nawawi, Tanara, Serang, Banten pada Kamis (23/12/2021).

Baca Juga: Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Uno Minta Pemda Identifikasi Potensi Pariwisata dan Ekraf

Dalam kesempatan tersebut, dirinya berdiskusi langsung dengan Ahmad Syauqi, putra dari Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Maruf Amin.

Keduanya membahas tentang beragam langkah pemulihan ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi kreatof.

Satu di antaranya pengembangan kawasan Tanara sebagai salah satu destinasi wisata religi atau wisata tematik berbasis ziarah dan edukasi di Banten.

"Berkenaan dengan arahan dari Bapak Wapres, Tanara ini menjadi wisata religi berbasis ziarah dan juga edukasi," ungkap Sandiaga Uno, Senin (27/12/2021).

"Ini merupakan pengembangan dari institusi pendidikan Islam tertua dalam sejarah bangsa yang telah menjadi bagian daripada perjuangan Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Menparekraf Dukung Perluasan Lapangan Kerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jawa Tengah

Lebih lanjut dipaparkannya, pengembangan kawasan tersebut sejalan dengan sejumlah program Kemenparekraf, yaitu pariwisata halal, pariwisata ramah muslim.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement