Share

Cuaca Penyebab Harga Cabai Dijual Rp100.000/Kg

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 27 Desember 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 320 2523254 cuaca-penyebab-harga-cabai-dijual-rp100-000-kg-2AnafvL6DT.jpg Harga Cabai Naik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga cabai rawit merah masih tinggi sampai hari ini. Berdasarkan pantauan infopangan.jakarta, harga cabai dijual Rp100.000 per kilogram di sejumlah pasar.

Menurut Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri, faktor penyebab melambungnya harga cabai rawit merah ini karena cuaca dan demand yang tinggi namun tak seimbang dengan supply.

Baca Juga: Harga Cabai Meroket Bikin Petani Tersenyum, Bisa Bayar Utang dan Menabung

"Naiknya cabai rawit merah ini rutin terjadi di akhir tahun. Faktor pertamanya itu cuaca. Dan kedua, demand sama supplynya nggak seimbang," katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (27/12/2021).

Oleh sebab itu, Ikappi berharap, ke depan ada grand desain agar wilayah-wilayah produksi cabai bisa diperbanyak sehingga persoalan ini tidak terulang di tahun berikutnya.

Baca Juga: Harga Cabai dan Telur Semakin Mahal, Pedagang Pasar: Kenaikan Tidak Wajar

"Kami berharap ke depan ada grand design bahan strategi pangan untuk cabai rawit merah agar wilayah-wilayah produksi cabai rawit merah bisa diperbanyak dan bisa di selesaikan persoalan ini sehingga tidak kunjung tinggi setiap tahun," ungkapnya.

Dia pun membeberkan, tahun lalu yakni 2020 silam, harga cabai rawit merah sudah tembus Rp100.000/kg. Tahun ini kejadian serupa terjadi kembali. Bahkan kenaikan ini menjalar sampai pada komoditas lain seperti telur ayam ras yang biasanya hanya di patok Rp23.000-24.000/kg, kini sampai Rp30.000/kg.

Dengan kenaikan harga yang mengagetkan banyak pihak terutama para pedagang Indonesia, pihak Ikappi memberikan raport merah kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian karena membuat konsumen sulit mendapatkan harga pangan yang terjangkau.

"Catatan ini membuat kami memberikan raport merah kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Kami berharap agar kita sama-sama menjaga agar harga pangan tidak tinggi dan masyarakat tidak konsumen tidak sulit mendapatkan bahan pangan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini