Share

5 Fakta Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik, Nomor 4 Jangan Panik

Athika Rahma, MNC Portal · Selasa 28 Desember 2021 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 320 2523621 5-fakta-harga-gas-elpiji-12-kg-naik-nomor-4-jangan-panik-OibIQupZo3.jpg Harga Gas Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg Naik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Harga LPG non subsidi ukuran 12 kilogram (kg) mengalami kenaikan. Harga baru ini ditetapkan sejak 25 Desember 2021.

Kenaikan harga gas elpiji pun menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. MNC Portal Indonesia telah merangkum fakta-fakta kenaikan harga LPG non subsidi, seperti ditulis, Selasa (28/12/2021). 

1. Naik hingga Puluhan Ribu

Besaran kenaikan LPG ini ada di angka Rp 1.600-Rp 2.600 per kgnya. Jika dikalkulasi, selisihnya mencapai lebih dari Rp 20.000 untuk refill tabung gas 12 kg.

"Baru naik kemarin tadinya Rp 150.000 naik Rp 23.000, hitung aja jadi Rp 173.000 buat gas 12 kg," ujar salah satu penjual gas bernama Wawan (40) di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

MNC Portal Indonesia juga menghubungi call center Pertamina di 135. Rata-rata, harga gas 12 kg mencapai Rp 163.000 untuk di wilayah Jabodetabek. 

Baca Juga: Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik, Agen Khawatir Sepi Pembeli

2. Alasan Kenaikan

Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading Irto Ginting mengatakan, kenaikan harga LPG non subsidi disebabkan adanya tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang tahun 2021, dimana pada November 2021 mencapai 847 USD/metrik ton, harga tertinggi sejak tahun 2014 atau meningkat 57% sejak Januari 2021.

"Penyesuaian harga LPG non subsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74% lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu," ungkapnya. 

Baca Juga: Daftar Terbaru Harga Gas Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg

3. Harga Tidak Naik Sejak 2017

Irto menyebutkan, harga LPG non subsidi ini tidak naik sejak 2017 lalu. Padahal, harga Contract Price Aramco (CPA) LPG terus naik sepanjang tahun.

"Penyesuaian harga LPG non subsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74% lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (26/12) lalu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

4.Tidak Kerek Harga Gas 3 Kg

Irto menegaskan, kenaikan harga LPG hanya berlaku untuk tabung non subsidi. Untuk gas 3 kg, harganya masih tetap sama.

"Kalau yang subsidi atau LPG 3 kg, tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah," katanya. 

5. Lebih Murah dibanding Negara Tetangga

Meski naik, ternyata harga LPG di Indonesia masih tergolong murah dibanding negara-negara tetangga.

Irto menjelaskan, untuk Pertamina sendiri, harga LPGnya Rp 11.500 per kg (data 3 November 2021).

"Masih kompetitif dibandingkan Vietnam sekitar Rp 23.000/kg, Filipina sekitar Rp 26.000/kg, dan Singapura sekitar Rp 31.000/kg," jelasnya.

Adapun untuk Malaysia dan Thailand, harga LPG relatif rendah karena adanya subsidi dari pemerintah masing-masing. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini