Share

Harga Cabai Rp100 Ribu, Sambal Warteg Sekarang Bayar

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 28 Desember 2021 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 320 2523765 harga-cabai-rp100-ribu-sambal-warteg-sekarang-bayar-8I76s5Qfqq.jpg Sambal di Warteg Tidak Lagi Gratis karena Harga Cabai Mahal. (Foto: Okezone.com)

 JAKARTA - Harga cabai rawit merah tembus Rp100.000/kg. Pedagang pun mencari jalan supaya jualannya tetap memperoleh keuntungan. Salah satu yang dilakukan dengan mengenakan harga pada sambal yang sebelumnya gratis kepada pembeli.

Salah satu Pengusaha Warteg di bilangan kota Bekasi, Suci mengaku prihatin dengan harga cabai rawit merah yang naik. Alhasil, mau tidak mau dirinya menyiasatinya dengan memberikan harga pada sambal jika pembeli ada yang meminta tambah.

Baca Juga: Cuaca Penyebab Harga Cabai Dijual Rp100.000/Kg

"Cabai rawit merah mahal banget di pasar. Biasanya kalau pembeli makan di sini minta tambah sambal, saya kasih gratis. Tapi sekarang cabai mahal, jadinya saya jual sambalnya. Dua sendok Rp3.000," ujar Suci saat ditemui MNC Porta Indonesia, Selasa, (28/12/2021).

Dia menuturkan, meskipun sambal diberi harga, pembeli memaklumi karena mereka juga mengerti kondisi pasar yang menjual bahan pangan terutama cabai rawit yang cenderung tinggi.

Baca Juga: Bikin Emak-Emak Menjerit! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp135.000/Kg Jelang Akhir 2021

"Pembeli enggak ada yang komplain sih. Paling cuma tanya aja kenapa bayar, tapi mereka ngerti, jadi nggak masalah," terangnya.

Di samping harga cabai yang melambung, harga bahan pokok lainnya juga turut mengiringi. Seperti telur, ayam, serta sayur mayur. Dengan naiknya harga pada komoditas tersebut, Suci berujar bahwa mengurangi porsi di setiap piring pembeli menjadi salah satu caranya agar tetap memperoleh keuntungan.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Pasalnya, di warteg miliknya, dia tidak menaikkan harga makanan, hal itu supaya pembeli tetap setia datang makan ke tempatnya.

"Kalau harga saya nggak naikin. Paling potongan sayur atau lauk saja yang saya kurangi, atau dibikin lebih kecil," terangnya.

Suci pun berharap, pada 2022 mendatang, harga bahan pangan sudah kembali ke harga normal alias tidak melambung seperti sekarang.

"Semoga tahun depan turun semua," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini